Silent Treatment: Diam yang Terlihat Tenang, tapi Bisa Merusak Hubungan
- 09 Apr 2026 14:37 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang mengira silent treatment adalah cara aman untuk menghindari pertengkaran besar. Padahal, diam tanpa penjelasan justru bisa menciptakan luka yang lebih dalam. Keheningan yang dibiarkan terlalu lama perlahan berubah menjadi tembok yang memisahkan dua hati.
Memang benar, ada pepatah yang mengatakan “diam itu emas.” Namun dalam sebuah hubungan, terutama saat konflik terjadi, diam yang berlebihan justru bisa menjadi racun. Kita sering menyebutnya silent treatment sebuah keheningan yang bukan menenangkan, melainkan perlahan mengikis rasa percaya.
Tidak semua diam itu buruk. Terkadang, seseorang memilih diam karena merasa flooding, atau kewalahan secara emosional. Mereka takut jika berbicara dalam kondisi tersebut justru akan menyakiti pasangan. Namun, di sisi lain, diam juga bisa berubah menjadi “senjata” untuk menghukum atau mengontrol pasangan.
Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Secara psikologis, diabaikan bisa terasa sama menyakitkannya dengan luka fisik. Masalah yang tidak dibicarakan pun tidak akan selesai justru berpotensi menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Lalu, apa yang bisa dilakukan?
Solusinya bukan sekadar berhenti diam, tapi mengubah cara kita mengelola emosi. Ubah silent treatment menjadi time out. Saat emosi sedang tinggi, tidak apa-apa untuk mengambil jeda, tapi tetap beri penjelasan. Misalnya, “Aku butuh waktu 30 menit untuk menenangkan diri, nanti kita lanjut bicara ya.”
| Baca juga: Fakta Menarik Tentang Hujan di Pagi Hari |
Selain itu, gunakan kalimat yang berfokus pada diri sendiri, seperti “aku merasa…” daripada langsung menyalahkan pasangan. Pendekatan ini membantu menciptakan komunikasi yang lebih sehat dan tidak defensif.
Yang tak kalah penting, fokuslah pada solusi, bukan pada ego masing-masing. Karena dalam hubungan, tujuan utama bukanlah memenangkan argumen, melainkan menjaga koneksi tetap utuh.
Pada akhirnya, komunikasi bukan tentang siapa yang paling benar atau paling pintar berbicara. Tapi tentang bagaimana tetap mau mendengarkan, memahami, dan mengerti bahkan di saat paling sulit sekalipun.
Jadi, kamu mau memilih saling diam… atau mulai bicara, pelan-pelan?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....