Theresa Kusumadjaja: Perempuan Indonesia Pertama di Nominasi Grammy

  • 14 Feb 2026 16:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Industri kreatif Indonesia kembali mengukir tinta emas di panggung internasional. Theresa Kusumadjaja resmi menjadi perempuan Indonesia pertama yang berhasil menembus nominasi dalam ajang penghargaan musik paling bergengsi di dunia, Grammy Awards ke-68, yang digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles, pada 1 Februari 2026.

Theresa masuk dalam nominasi kategori Best Music Video sebagai produser untuk video klip lagu berjudul "So Be It" milik duo hip-hop legendaris Amerika Serikat, Clipse (Pusha T dan Malice).

Sementara itu, di kategori yang sama, Theresa berhadapan dengan sejumlah nama besar produser lainnya. Seperti Sophie Muller yang telah mengarahkan lebih dari 300 musik video dan juga pernah menang Grammy untuk video Diva milik Annie Lennox.

Dari Biokimia ke Panggung Dunia

Pencapaian Theresa tergolong luar biasa mengingat latar belakang pendidikannya yang tidak linear. Sebelum dikenal sebagai produser video di New York, ia sempat mendalami bidang Biokimia dan Statistik. Namun, dorongan passion membawanya hijrah ke Amerika Serikat untuk mengejar karier di industri kreatif.

Dalam unggahan haru di akun Instagram pribadinya (@tkusumadjaja), Theresa mempersembahkan pencapaian ini untuk sang ibu:

"Mama, your daughter is the first female Indonesian Grammy nominee!" tulisnya dalam sebuah unggahan yang langsung dibanjiri ucapan selamat dari netizen dan rekan artis di tanah air.

Fakta Menarik Pencapaian Theresa:
  • Kategori: Best Music Video.
  • Karya: "So Be It" – Clipse (Producer).
  • Kolaborasi: Bekerja sama dengan sutradara Hannan Hussain.
  • Domisili: Saat ini berbasis di New York dan aktif sebagai produser serta manajer artis.
Dampak bagi Industri Kreatif Indonesia

Meski akhirnya penghargaan diraih Doechii melalui video Anxiety, keberadaan Theresa di daftar nominasi dipandang sebagai "kemenangan besar" bagi representasi talenta Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing di balik layar produksi kelas dunia, bersanding dengan nama-nama besar di industri musik global.

Prestasi Theresa menyusul jejak musisi Indonesia lainnya seperti Joey Alexander yang sebelumnya juga pernah mencatatkan nama di nominasi Grammy, namun Theresa menjadi sosok perempuan pertama yang meraih kehormatan tersebut.

Kisah Theresa Kusumadjaja memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas negara dan disiplin kreatif dapat membuka jalan bagi talenta Indonesia untuk tampil di panggung dunia.

Nominasi ini bukan hanya catatan sejarah, melainkan juga inspirasi bagi generasi kreator berikutnya bahwa batas geografis bukan lagi penghalang untuk berprestasi di level tertinggi industri global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....