Penampil Malam Sastra Angkat Karya Sendiri, Suarakan Ragam Keresahan hingga Cinta

  • 07 Jun 2026 22:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Gelaran Malam Sastra Batch Juni di Kedai dan Pustaka Tjahaja Hati pada Sabtu 6 Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang pembacaan karya sastra, tetapi juga ruang ekspresi personal bagi para penampil. Banyak di antara pembaca puisi yang tampil membawakan karya tulis tangan mereka sendiri, mencerminkan kejujuran dan kedekatan emosi dengan setiap bait yang disampaikan.

Ketua Panitia Malam Sastra Andrafi Adib Fernanda menyampaikan bahwa ini merupakan malam sastra yang kali ketiga dilaksanakan. Menampilkan karya-karya sastra dari anak muda hingga dewasa yang memiliki minat yang besar pada dunia sastra Tanah air.

Tercatat 11 penampil yang membacakan puisi diantaranya: Verani, Rizka, Numa, Rahmad, Luna, Dwi, Puspa, Shandy, Jeni, Wulan, Aldo. Menyusul dengan spontan Ahim, Deo, Sandi, Nanda, Selly dan Asjon yang juga turut memeriahkan malam sastra.

Beragam tema diangkat dalam pembacaan puisi malam itu. Sejumlah penampil menyuarakan keresahan terhadap situasi sosial dan politik yang tengah terjadi, menghadirkan kritik dan refleksi melalui rangkaian kata yang puitis. Di sisi lain, tema cinta juga turut mendominasi, mulai dari kisah kebahagiaan hingga luka dan kehilangan.

Tak sedikit pula puisi yang menggambarkan kegundahan personal, menjadi media bagi penulis untuk mengekspresikan pergulatan batin dan pengalaman hidup yang mendalam. Ragam tema ini menunjukkan bahwa puisi tetap menjadi medium yang relevan untuk menyampaikan berbagai perspektif dan perasaan.

Salah satu penampil yang menampilkan hasil karyanya sendiri adalah Shandy mahasiswa Sastra Indonesia salah satu universitas di Bengkulu. Menampilkan karya puisi berjudul : "Miranda" yang terinspirasi pada sosok perempuan yang disukainya. "Untuk pertama kalinya saya menulis sebuah puisi tentang Wanita dengan panjang lebar", ujarnya.

Atmosfer yang terbangun pun terasa intim dan penuh penghayatan, seiring setiap penampil menyampaikan puisinya dengan gaya yang khas. Penonton yang hadir tampak menikmati setiap penampilan, sekaligus memberikan apresiasi atas keberanian para penulis dalam membagikan karya dan cerita mereka.

Melalui karya-karya orisinal yang dibacakan, Malam Puisi Batch Juni kembali menegaskan pentingnya ruang literasi sebagai wadah untuk menyuarakan isi hati, sekaligus merespons dinamika sosial yang terjadi di sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....