Mengenal Batik Kagano Khas Bengkulu Utara

  • 30 Jun 2025 18:46 WIB
  •  Bengkulu

KBRN Bengkulu : Keanekaragaman Indonesia, khususnya kerajinan tangan seolah tidak pernah habis untuk di ekplorasi. Setiap daerah memiliki kerajinan khas masing-masing untuk diangkat agar lebih dikenal masyarakatnya sendiri maupun dimanca negara.

Seperti di Kabupaten Bengkulu Utara yang memiliki batik khas yang diangkat dari kearifan lokal yang ada di Pulau Terluar Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Leni Febriani selaku pencipta Batik tersebut menjelaskan, berangkat dari kekagumannya akan keindahan Pulau Enggano, Leni terinspirasi menjadikan Burung Pleci Enggano sebagai motif utama dari batiknya. Tidak hanya itu saja beberapa kearifan lokal dari kabupaten lainnya juga dipadu padankan, mulai dari puspa langka endemik Bengkulu Utara yakni Rafflesia Kemumu, batu mulia Red Rafflesia yang berasal dari Kecamatan Napal Putih, tulisan aksara rejang, dan logo dari tugu amanah yang berada di Kota Argamakmur.

Semuanya disatukan menjadi sebuah goresan karya penuh makna, dalam sebuah kain batik yang diberinama Kagano, atau yang memiliki arti Kacamatan Enggano.

"Sebenarnya saya sekali tidak mengerti tentang membatik, bahkan pekerjaan saya bukan dibidang seni, namun saya sangat suka menggambar. Jadi waktu itu tahun 2018 Bengkulu Utara mengadakan lomba desain batik besurek dengan memadukan unsur kearifan Bengkulu Utara, saya waktu itu mendaptakn juara ke 3 namun lantaran karya batik saya dinilai memiliki makna yang menunjukan ciri khas bengkulu utara, pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menetapkan hak cipta batiknya dan menjadikan karyanya sebagai batik khas Kabupaten Bengkulu Utara" ungkapnya

Leni juga menjelaskan burung pleci memang memiliki banyak jenis, namun berdasarkan penelitian, burung pleci yang ada dipulau Enggano memiliki ciri-ciri yang berbeda dan hanya ada di Enggao saja. Maka dari itu biring burung tersebut diberinama Pleci Enggano yang memiliki nama latin Zosterops salvadorii engganoensis, atau yang lebih di kenal oleh masyarakat dengan sebutan burung Kacamata Enggano.

"Ya nama batim ini kita angkat dari burung asli edemik yang ada di Pulau Enggano yakni pleci enggano, atau yang masyarakat sebut dengan nama burung kacamata enggano, nah kita singkatlah menjadi Kagano" jelasnya

Peminat batik kagano saat ini mulai banyak, apalagi leni menawarkan sistim pre order dengan motif yang limintit edition nahkan bisa direquest sesuai keinginan. Maka dari itu Leni tidak berhenti untuk terus mengembangkan motif batik yang ia miliki demi memenuhi perminataan pasar. Bahkan tidak hanya memiliki produk batik tulis dan printing saja, Leni yang berprofesi sebagai guru bahasa ingris ini memiliki prduk baru yakni jilbab dengan motif batik kagano.

Sosok Leni menunjukan bahwa inspirasi dapat menjadi sebuah motifasi untuk dijadikan solusi ekonomi dalam rumah tangga. Dan melalui batik kagano, Leni seolah ingin menunjukan kepada dunia betapa indahnya Kabupaten Bengkulu Utara.

Rekomendasi Berita