BI Bengkulu Bina 11 UMKM Kopi Premium

  • 08 Sep 2026 06:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Sebanyak 11 UMKM kopi Bengkulu dengan produk kategori premium dan fine mendapat pembinaan dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu sepanjang 2026. Pembinaan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperkuat kualitas dan daya saing kopi Bengkulu.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu, mengatakan pengembangan UMKM kopi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Penguatan sumber daya manusia, kualitas produk, kemampuan barista hingga akses pemasaran juga menjadi bagian dari program pembinaan.

“Ini menjadi modal yang luar biasa. Harapannya kopi Bengkulu bisa terjaga kualitasnya, terjaga produksinya, termasuk kontinuitasnya,” ujar Wahyu.

Menurutnya, sejumlah produk kopi Bengkulu telah dibawa mengikuti berbagai kompetisi di sejumlah daerah. Beberapa produk bahkan berhasil meraih prestasi, sehingga semakin memperkuat posisi kopi Bengkulu di tingkat regional.

BI juga mendorong peningkatan kemampuan barista dengan mengikutsertakan perwakilan barista Bengkulu dalam kompetisi tingkat regional Sumatera. Langkah tersebut diharapkan ikut memperkuat kemampuan SDM sekaligus memperkenalkan karakter kopi Bengkulu.

Wahyu menilai Bengkulu memiliki ekosistem yang mendukung pengembangan industri kopi. Petani, UMKM, eksportir, perbankan, pemerintah dan akademisi dinilai dapat bersinergi untuk memperkuat sektor kopi dari hulu hingga hilir.

Dampak pembinaan BI dirasakan Bermani Coffee dari Kabupaten Rejang Lebong dan IKM Sumber Hayati dari Kabupaten Kepahiang. Keduanya mendapat manfaat berupa peningkatan kapasitas, wawasan usaha, jejaring pemasaran serta dukungan fasilitas produksi.

Owner Bermani Coffee, Adi Negoro, mengatakan pembinaan BI membantu produknya memperluas pemasaran hingga ke luar Bengkulu. Saat ini, produk Bermani Coffee telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa hingga Kalimantan.

Bermani Coffee yang berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Bermani Ulu, memiliki kapasitas penyediaan sekitar 10 ton green bean per tahun. Bahan baku berasal dari kebun sendiri serta petani kopi di sekitar wilayah tersebut.

Selain pemasaran, pembinaan BI juga membantu penguatan fasilitas produksi Bermani Coffee. UMKM tersebut sebelumnya mendapatkan bantuan mesin packing yang membuat proses pengemasan lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, IKM Sumber Hayati yang dikelola Nurhayati menyebut pembinaan BI memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengelola usaha. Program yang diikuti antara lain bootcamp dan capacity building, serta dukungan fasilitas untuk pengembangan usaha.

IKM Sumber Hayati menjalankan dua lini usaha, yakni batik dan kopi, dengan lokasi produksi berbeda. Produksi kopi dilakukan di Bandung Jaya, sedangkan produksi batik berlangsung di Tebat Monok.

Untuk komoditas kopi, kapasitas produksi IKM Sumber Hayati mencapai sekitar 250 kilogram per bulan. Produk yang dihasilkan terdiri dari kopi Arabika dan Robusta yang diproses secara terpisah.

Produk kopi tersebut dipasarkan melalui marketplace, Instagram, Facebook dan TikTok. Penjualan juga dilakukan secara langsung melalui rumah produksi serta kerja sama dengan pelaku usaha lainnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....