Geliat UMKM di Bulan Suci Ramadhan

  • 28 Feb 2026 15:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Bulan suci Ramadhan menjadi momen istimewa yang selalu ditunggu-tunggu. Tidak hanya bagi umat muslim saja namun juga bagi semua kalangan.

Hal ini dikarenakan bulan Suci Ramadhan bukan hanya menguatkan spiritual saja namun juga menguatkan ekonomi lokal daerah. Khusunya lewat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.

Tingginya aktivitas jual beli selama bulan Ramadhan mendorong semangat pelaku UMKM untuk menjajahkan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Bahkan tak jarang ada juga pedagang takjIl dadakan yang juga ikut mendulang keberkahan di bulan suci Ramadhan.

Seperti yang diungkapkan oleh Rena salah seorang pedagang takjil di Kawasan Kota Arga Makmur, ia mengaku baru pertama kalinya berjualan takjil di momen bulan suci Ramadhan. Hal ini ia lakukan untuk mengisi waktu luang selama Ramdahan serta mencari pendapatan tambahan.

"Saya sebenarnya baru pertama kali jualan takjil ini. Ya itung-itung mengisi waktu luang, kebetulan saya belum ada perkerjaan," katanya.

Selain itu Rena menyebut posisi rumahnya yang berada dipinggir jalan raya juga menjadi pemicunya untuk mencoba berjualan takjil. Takjil yang ia jual ialah aneka risoles, mulai dari risoles sayur, risoles ayam suir, risoles mayo dan risoles coklat.

Selain itu juga ada aneka minuman segar seperti timun serut dan es buah juga ia jajahkan. Namun untuk minuman segar ini tidak setiap hari ia jual.

"Posisi kan rumah saya di pinggir jalan , jadi saya pikir apa salahnya saya coba jualan. Ya kan lumayan untuk modal beli baju lebaran," ujarnya.

Sementara itu salah seorang pelaku Umkm Suwandiati yang berjualan takjil di kawasan Simpang 4 Dwiguna mengaku ia setiap tahunnya selalu berjualan takjil. Takjil yang ia jual ialah aneka jajan tradisional, serta ada pempek ikan tenggiri dan mie celor.

Suwandiati menyebut semua aneka takjil tersebut ia buat dengan bahan baku premium. Tujuannya untuk memberikan rasa yang tidak hanya enak namun juga berkualitas.

"Iya kalau saya memang setiap tahun jualan takjil di kawasan Simpang Dwiguna ini. Kalau takjil yang saya jual itu aneka jajanan tradisional," katanya.

Setiap sore kawasan Simpang Dwiguna kerap ramai dipadati oleh masyarakat yang hendak berburu takjil. Namun menurut SuwandiatI antusias konsumen untuk membeli takjil sedikit menurun.

Ia menilai hal ini terjadi lantaran sudah banyak pedagang takjil dadakan yang juga mencari rezeki di bulan Ramdhan. Selain itu kondisi cuaca yang kerap hujan di sore hari juga menjadi faktornya.

"Menurut saya agak sepi ya sekarang ini, ramenya itu cuma di hari pertama puasa saja. Ya maklim juga puasa tahun ini kan di ujung-ujung bulan ya, nanti biasnaya pas awal bulan akan rame lagi," ujarnya

Kendadi demikian hal tersebut tidak menjadi masalah, Karena murut Suwandiati rezeki sudah di atur oleh yang maha kuasa. Untuk menatisipasi agar dagangannya tidak mubazir, untuk saat ini ia mengurangi jumlah produksi takjilnya jika, sebelumnya membuat 2 cetak untuk saat ini membuat 1 cetak saja.

"Untuk semua pelaku UMKM di Bengkulu Utara harapan saya meski pasaran lagi sepi saat ini, kita harus tetap semangat. Karena pasti ada jalan keluar dari tuhan untuk memberikan rezeki kepada kita," tuturnya

Meski menjadi pelaku UMKM tidak muda. Namun keberkahan di Bulan Ramdhan diharapkan dapat menyalakan geliat umkm di Bengkulu Utara.

Rekomendasi Berita