UMKM Bengkulu Didorong Lebih Adaptif Hadapi Digitalisasi-AI

  • 21 Nov 2025 10:52 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Konsultan UMKM Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Fadilah, menilai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah kini semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kehadiran artificial intelligence (AI). Founder Konsultasi Bisnis Ruang Sinergi itu menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai mengenai langkah strategis penguatan UMKM di era digitalisasi.

Irfan menjelaskan, fase pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi titik balik pola usaha UMKM. Selama pembatasan aktivitas, mayoritas pelaku UMKM kehilangan ruang penjualan offline dan dipaksa beralih ke kanal digital.

“Saat COVID-19, UMKM mau tidak mau harus belajar digitalisasi karena penjualan offline sangat terbatas. Setelah itu, perkembangan teknologi yang makin cepat, termasuk AI, membuat mereka harus semakin terbuka terhadap inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir UMKM di Bengkulu mulai menunjukkan perubahan positif. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya menjalankan bisnis secara tradisional mulai dari pencatatan manual hingga pemasaran konvensional, kini mulai memanfaatkan marketplace, platform digital, dan bahkan teknologi AI dalam proses bisnis mereka.

“Yang saya lihat langsung, mereka sudah mulai adaptasi. Jualan online sudah jadi kebiasaan, dan beberapa sudah memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan,” kata Irfan.

Dari pengalaman memberi konsultasi, Irfan melihat adanya perbedaan signifikan antara UMKM yang bertahan dengan cara lama dan UMKM yang memanfaatkan digitalisasi. UMKM yang adaptif cenderung lebih cepat berkembang, lebih efisien, dan lebih mampu membaca peluang pasar. Namun ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan satu-satunya kebutuhan utama. Penguatan manajemen bisnis harus berjalan seiring.

“Pelaku UMKM juga harus punya sistem manajemen yang sehat, terutama terkait pencatatan, arus kas, dan pengelolaan keuangan. Kita selalu mengingatkan owner bahwa membangun sistem dalam bisnis itu sangat penting agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” jelasnya.

Irfan menambahkan, tantangan digital ke depan bukan hanya pada penggunaan teknologi, tetapi juga kesiapan mental pelaku usaha untuk terus belajar. Konsistensi dalam membangun sistem bisnis, kemampuan membaca tren digital, serta keterbukaan terhadap penggunaan AI menjadi kunci bagi UMKM Bengkulu agar mampu bersaing di era transformasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....