Program Pemberdayaan UMKM,Optimalisasi Produksi Olahan Jeruk Kalamansi
- 02 Agt 2026 13:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu :Tim dosen pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan program pemberdayaan untuk membantu mengatasi persoalan kelebihan produksi jeruk kalamansi di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Program tersebut diwujudkan melalui penyerahan teknologi tepat guna dan pelatihan bagi UMKM Kalamansi Putri Bengkulu sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Kegiatan yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan anggaran sebesar Rp47.250.000 itu diketuai oleh Dr. Ir. Rena Misliniyati, S.T., M.T. dengan anggota Dr. Febzi Fiona, S.E., M.M. dan Anggri Puspita Sari, S.E., M.Si. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa, yakni Ghina, Amalia, Ardi, Malzelka, dan Nabila, yang turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan di lapangan.
Program tersebut dilatarbelakangi tingginya produksi jeruk kalamansi saat musim panen raya yang tidak mampu diserap secara optimal oleh pelaku usaha. Selama ini, kapasitas produksi UMKM hanya mampu mengolah sekitar 40 hingga 60 persen hasil panen, sehingga sekitar 40 persen buah tidak termanfaatkan. Kondisi tersebut diperburuk dengan keterbatasan fasilitas produksi, seperti oven berkapasitas kecil, mixer berdaya rendah, dan penggunaan peralatan yang masih manual.
Sebagai solusi, tim pengabdian menyerahkan satu unit mesin es krim berkapasitas 10 liter, satu unit planetary mixer, 500 kemasan pie, serta 100 cup kemasan es krim kepada pemilik UMKM Kalamansi Putri Bengkulu, Amanda Anisa Saptarani. Bantuan tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi lebih dari 40 persen sekaligus mengurangi limbah hasil panen yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Rena Misliniyati, S.T., M.T., mengatakan bahwa program tidak hanya berfokus pada pemberian peralatan produksi, tetapi juga mendorong diversifikasi produk olahan berbahan dasar jeruk kalamansi. "Kami tidak hanya memberikan alat, tetapi juga membekali mitra dengan pelatihan untuk menghasilkan produk bernilai tambah berupa Pie Kalamansi dan Es Krim Kalamansi sebagai inovasi yang diharapkan mampu menyerap kelebihan hasil panen," ujarnya.
Selain penguatan teknologi produksi, tim juga memberikan pendampingan pada aspek pemasaran melalui pengembangan identitas produk. Mahasiswa mendampingi karyawan UMKM dalam merancang kemasan modern berkonsep "Kalamansi Heritage" menggunakan aplikasi Canva. Desain tersebut kemudian diwujudkan dalam kemasan pie dan es krim yang lebih menarik agar mampu memenuhi standar pasar modern sekaligus mendukung pemasaran secara digital.
Melalui pendekatan yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk, hingga penguatan branding, tim pengabdian bersama UMKM menargetkan peningkatan omzet usaha sebesar 20 hingga 30 persen. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing jeruk kalamansi sebagai produk unggulan Bengkulu, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....