Sinyal Beli Menguat, Harga Emas Merangkak Naik Lagi

  • 22 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan sebesar Rp15.000 hingga menyentuh angka Rp2.740.000 per gram pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Berdasarkan data resmi dari laman logammulia.com, harga pembelian kembali (buyback) oleh logammulia juga ikut naik menjadi Rp2.600.000 per gram.

Kenaikan hari ini menjadi sinyal pemulihan positif bagi pasar logam mulia setelah sempat mengalami koreksi tajam pada Kamis lalu. Tren rebound secara perlahan ini memperlihatkan ketahanan daya pikat emas sebagai aset aman (safe haven) utama di tengah dinamika ekonomi.

Secara teknikal perdagangan, penguatan harga ini menandai berakhirnya fase konsolidasi jangka pendek pascamenembus level terendahnya pekan ini. Para analis menilai pergerakan grafik yang mulai mengarah ke atas menunjukkan dominasi kembali dorongan pasar secara teknikal.

Rebound harga sebesar Rp15.000 ini menjadi momentum psikologis yang sangat krusial bagi para pemangku modal dan investor ritel. Reaksi pasar yang cepat merespons penurunan harga sebelumnya membuktikan bahwa tingkat permintaan fisik emas di tingkat domestik masih sangat tinggi.

Bagi investor yang sempat menunda transaksi saat harga jatuh, situasi saat ini menjadi sinyal hijau untuk segera merealisasikan aksi beli. Membeli di awal fase kurva kenaikan memberikan peluang akumulasi gain yang optimal sebelum harga menyentuh rekor tertinggi baru.

Tren penguatan ini diperkirakan masih memiliki ruang gerak yang luas untuk berlanjut hingga beberapa sesi perdagangan mendatang. Mengamankan porsi portofolio investasi pada momentum rebound awal seperti hari ini merupakan langkah strategis guna melindungi nilai aset dari inflasi.

Antusiasme pasar yang kembali bergairah diprediksi bakal memicu lonjakan volume transaksi jual-beli emas hingga akhir pekan. Para pelaku pasar diimbau untuk memanfaatkan momentum pergerakan harga yang sangat kondusif ini guna memperkuat fondasi finansial jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....