Sentimen Global Tekan Harga Jual-Beli Emas Indonesia

  • 12 Mar 2026 11:40 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Ramalan perdagangan emas untuk beberapa waktu ke depan diprediksi masih akan dibayangi volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah. Para analis memproyeksikan penguatan indeks dolar AS dan kenaikan inflasi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah akan terus menekan daya tarik emas sebagai aset aman dalam jangka pendek.

Kondisi pasar saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral dunia yang diperkirakan bertahan di level tinggi lebih lama dari ekspektasi semula. Tekanan pada pasar spot global ini secara otomatis menyeret harga emas domestik ke zona merah setelah sempat mencatatkan rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya.

Merujuk pada informasi resmi Logam Mulia Indonesia pada hari Kamis, 12 Maret 2026, harga jual emas batangan mengalami koreksi yang cukup dalam. Harga jual emas hari ini dipatok sebesar Rp3.042.000 per gram, atau merosot sedalam Rp45.000 dibandingkan dengan posisi perdagangan hari kemarin.

Penurunan ini juga diikuti oleh harga beli kembali atau buyback yang menjadi standar acuan bagi masyarakat yang ingin mencairkan asetnya. Harga buyback hari ini ditetapkan berada pada level Rp2.804.000 per gram, turun sebesar Rp43.000 dari harga pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan pergerakan di Pegadaian, tren penurunan harga emas Antam di outlet resmi cenderung lebih tajam dibandingkan harga emas jenis UBS atau Galeri 24. Meskipun emas di Pegadaian juga mengalami koreksi, selisih margin dan kecepatan penyesuaian harga seringkali membuat produk Antam di Logam Mulia bereaksi lebih cepat terhadap dinamika global.

Perlu dicatat bahwa setiap transaksi emas di Indonesia tetap mengikuti ketentuan perpajakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku saat ini. Pembelian dikenakan potongan pajak PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP, sementara transaksi penjualan kembali dikenakan potongan pajak sesuai nilai nominal transaksi yang dilakukan.

Bagi masyarakat yang memiliki orientasi jangka panjang, kondisi penurunan harga yang drastis ini dapat menjadi momentum strategis untuk menambah portofolio investasi. Para pakar menyarankan untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi jual panik karena emas secara historis selalu menjadi instrumen terbaik dalam menjaga nilai kekayaan dari gerusan inflasi.

Saran aman lainnya adalah dengan selalu melakukan transaksi melalui lembaga atau butik emas resmi yang terdaftar untuk memastikan keaslian dokumen serta kadar kemurnian. Dengan pendekatan investasi yang disiplin, fluktuasi harga harian seperti yang terjadi saat ini tidak akan mengganggu tujuan finansial utama bagi para pemegang aset logam mulia.

Investasi emas di tahun 2026 ini tetap dipandang menjanjikan seiring dengan ketidakpastian ekonomi yang masih menyelimuti pasar global. Kolaborasi antara pengawasan mandiri terhadap pergerakan pasar dan pemahaman aturan pajak akan membantu investor meraih keuntungan optimal di masa depan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita