Rekor Baru Emas, Kembali Sentuh RP3 Juta

  • 11 Mar 2026 12:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pasar emas internasional saat ini tengah berada dalam fase agresif akibat meningkatnya tensi geopolitik global yang belum mereda. Kondisi tersebut diperparah dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memicu kenaikan biaya impor logam mulia.

Selain faktor eksternal, tingginya angka inflasi domestik turut mendorong investor ritel untuk segera mengalihkan aset mereka ke instrumen aman. Emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai yang paling diburu di tengah ketidakpastian ekonomi awal tahun 2026.

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan pada perdagangan hari Rabu ini. Berdasarkan data resmi yang dirilis, harga emas untuk ukuran satu gram melonjak sebesar Rp40.000 dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Saat ini, harga emas Antam telah berada di level Rp3.087.000 per gram yang sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan drastis ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik yang melampaui ketersediaan pasokan di berbagai butik emas.

Sejalan dengan harga jual, harga beli kembali atau buyback oleh pihak Antam juga terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp45.000. Harga beli kembali tersebut kini berada di level Rp2.847.000 per gram bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi penjualan.

Fenomena kenaikan harga hari ini merupakan respons langsung terhadap kebijakan suku bunga bank sentral dunia yang masih belum stabil. Dinamika tersebut membuat selisih harga atau spread emas menjadi perhatian utama bagi para pelaku investasi jangka pendek.

Selain di butik resmi Antam, kenaikan harga juga terjadi secara merata pada berbagai jenis cetakan emas yang tersedia di Pegadaian. Harga emas cetakan Antam di Pegadaian terpantau dipatok lebih tinggi dari situs resmi yakni pada angka Rp3.185.000 per gram.

Sementara itu, cetakan lainnya seperti emas UBS dan Galeri 24 juga menunjukkan tren penguatan harga yang hampir serupa. Untuk emas cetakan UBS di Pegadaian hari ini dibanderol Rp3.106.000 per gram, sedangkan cetakan Galeri 24 berada di posisi Rp3.083.000 per gram.

Volume perdagangan emas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan grafik yang sangat progresif dengan dominasi transaksi beli yang kuat. Penguatan indeks dolar sempat memberikan tekanan sesaat, namun sentimen positif dalam negeri menjaga harga tetap bertahan di zona hijau.

Para pelaku pasar kini cenderung lebih waspada melihat pergerakan harga yang telah mencatatkan kenaikan sekitar 24% sepanjang tahun berjalan. Pergerakan harga emas saat ini dinilai sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang tetap solid meski harga melambung tinggi.

Tingginya harga emas ini diperkirakan akan memicu gelombang penjualan kembali oleh sebagian masyarakat untuk merealisasikan keuntungan mereka. Meski demikian, prospek emas sebagai aset investasi jangka panjang diprediksi tetap cerah hingga akhir semester pertama tahun ini.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita