UMKM Naik Kelas, Ekonomi Bengkulu Bertumbuh dan Berkualitas
- 18 Jun 2025 17:47 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Provinsi Bengkulu dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, seperti ikan laut, kopi, dan hasil pertanian lainnya. Dengan memanfaatkan potensi ini, UMKM dapat menciptakan produk-produk yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi di pasar lokal maupun nasional bahkan internasional.
Bahkan dengan dukungan yang tepat dan strategi yang efektif, UMKM di Bengkulu dapat terus berkembang dan naik kelas serta menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah di masa kini dan mendatang. Tentu saja, semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) harus ikut terlibat, baik pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga perbankan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu sejatinya sudah lama melihat, mendukung dan memberi perhatian khusus atas potensi tersebut. Hal ini ditandai dengan hadirnya sejumlah UMKM di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu yang tak lepas dari peran Bank Indonesia. Mulai dari kuliner hingga komoditas pertanian dan perkebunan yang memang menjadi sektor penyumbang terbesar bagi angka pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
Agar UMKM tersebut bisa terus bertumbuh dan berkembang, sejumlah program pendampingan dan strategi telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Misalnya dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas melalui pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan manajemen, produksi, dan pemasaran.
Kemudian menyediakan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi UMKM, sehingga mereka dapat mengembangkan usahanya tanpa terkendala modal. Lalu mendorong UMKM mengembangkan pemasaran digital untuk meningkatkan visibilitas dan jangkauan produk UMKM, baik di pasar lokal maupun nasional serta membangun kerjasama dan jaringan antara UMKM, pemerintah, dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan sinergi dan dukungan.
Melalui berbagai macam pendekatan program dan pendampingan itu lah, sejumlah UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, kini sudah bisa dibilang naik kelas karena sudah mampu menembus pasar internasional melalui ekspor ke berbagai negara (UMKM Go Export).
Di antara UMKM binaan Bank Indonesia yang sudah naik kelas itu adalah Coffee Lestari di Kabupaten Rejang Lebong, yang sukses mengembangkan kopi Sintaro, yakni varietas kopi Robusta unggulan Provinsi Bengkulu. Pemilik usaha ini adalah Supriadi, warga Desa IV Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran.
Sejak pertama kali dibina Bank Indonesia di tahun 2017, berbagai ajang pameran kopi telah diikuti oleh Supriadi dengan produk Coffee Lestari-nya. Baik pameran tingkat nasional maupun internasional. Terakhir, Coffee Lestari juga mengikuti ajang World of Coffee di JCC Jakarta pada tanggal 15-17 Mei 2025.
"Syukur alhamdulillah. Dalam beberapa tahun terakhir ini kami mendapat bantuan dari Bank Indonesia Bengkulu. Tidak hanya bantuan teknis tapi juga non teknis, salah satunya bantuan pembuatan rumah jemur kopi," ungkap Supriadi saat dikunjungi belum lama ini.
Di Kota Bengkulu, UMKM binaan Bank Indonesia yang tak kalah prestasinya adalah UMKM Giwigewi. UMKM ini mengembangkan potensi jeruk kalamansi yang merupakan salah satu komoditas unggulan Kota Bengkulu.
Salah satu prestasi mentereng UMKM Giwigewi milik Armi Yurida ini adalah Juara I Lomba Pangan Award 2024 yang digelar oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) untuk katagori Produk Minuman Dalam Kemasan.K

Capacity Building bagi wartawan ekonomi di Bengkulu yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, 25-27 Mei 2025. [sofia harianja]
Lebih jauh Wahyu mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM menjadi salah satu prioritas strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Wahyu menyebut UMKM berkontribusi besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto atau PDB dan penyerapan tenaga kerja.
"Oleh karena itu, kami mengembangkan program pemberdayaan UMKM melalui pendekatan klaster, fasilitasi akses pembiayaan, pelatihan manajemen, hingga promosi produk secara nasional dan internasional,” ujar Wahyu dalam paparannya di acara Capacity Building Wartawan Ekonomi bertema Sinergi Memperkuat Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia di Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, pada 25-27 Mei.
Bank Indonesia Bengkulu saat ini memiliki beberapa klaster unggulan, yaitu: Klaster kopi, yang tersebar di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang; Klaster olahan pangan, mencakup makanan khas seperti keripik pisang, dodol, dan lainnya; serta Klaster hortikultura dan pertanian, yang difokuskan pada peningkatan produksi pangan strategis.
Setiap klaster mendapatkan pembinaan mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran digital, hingga pencapaian sertifikasi halal dan BPOM. BI juga mendorong UMKM untuk melakukan digitalisasi transaksi melalui sistem pembayaran QRIS, agar proses transaksi menjadi lebih efisien dan terdokumentasi.
Dalam aspek akses pembiayaan, BI memfasilitasi kegiatan business matching antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan, serta mendorong UMKM untuk membentuk badan usaha formal agar lebih mudah mengakses kredit perbankan.
Untuk memperluas pasar, Bank Indonesia juga aktif mempromosikan produk UMKM dalam berbagai pameran nasional, seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), dan mendukung pemasaran daring melalui platform marketplace serta media sosial. Hal ini disinergikan dengan program edukasi branding dan konten digital untuk meningkatkan daya saing produk di era modern.
Jika jumlah UMKM terus bertumbuh dan naik kelas bisa, maka optimisme untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi sektor UMKM hingga 8 persen di tahun 2025 ini tampaknya bukan sesuatu yang mustahil. Tentu saja hal ini perlu dibarengi dengan pertumbuhan pada sektor lainnya.
Saat bincang bersama media dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong, Senin (26/5/2025), Wahyu menyatakan optimismenya dan meyakini ekonomi Bengkulu bisa bersaing kompetitif di Pulau Sumatera. "Bengkulu punya potensi ekonomi yang besar dan jika bisa dioptimalkan secara maksimal maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu," katanya.
Wahyu memaparkan bahwa ekonomi Provinsi Bengkulu saat ini dalam trend pertumbuhan. "Lihat saja pada triwulan I tahun 2025 ini. Provinsi Bengkulu berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,84% (yoy). Capaian ini meningkat dibanding periode sebelumnya pada triwulan IV tahun 2024 sebesar 4,62% (yoy)," jelas Wahyu.
| Baca juga: Gaji Naik Tidak Selalu Menjamin Cukup |
Capaian ini tentu menjadi sinyal positif bagi Provinsi Bengkulu untuk bersaing dengan provinsi lain di Pulau Sumatera. Stabilitas ekonomi yang terjaga ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Bengkulu.
Bank Indonesia sendiri telah membuat prediksi pertumbuhan ekonomi di Bengkulu sepanjang tahun 2025 yaitu diprediksi tumbuh di kisaran 4,7% - 5,5%. Wahyu mengatakan angka prediksi ini dinilai cukup rasional melihat track perekonomian di Bengkulu. Menurutnya saat ini track perekonomian Bengkulu yang dicerminkan dalam PDRB dalam fase yang realtif stabil.
"Pada 2025 ini, KPwBI Bengkulu memproyeksikan ekonomi Bengkulu tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini salah satunya terjadi seiring dengan akselerasi pada kinerja ekspor dan permintaan komoditas ekspor yang tetap kuat," terangnya.
Wahyu mengakui bahwa saat ini ekonomi Bengkulu dihadapkan kepada tantang eksternal. Seperti kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Termasuk juga tantangan domestik yang harus dihadapi Bengkulu untuk terus menggeliatkan perekonomian daerah.
Kendati demikian Wahyu optmis Ekonomi Bengkulu masih akan tumbuh dengan baik. Termasuk di triwulan II tahun 2025 yang sedang di akhir perjalanan. Untuk triwulan II, kata Wahyu, pihaknya masih meyakini ekonomi Bengkulu akan mengalami pertumbuhan yang positif walau sedikit melandai.
"Hal ini salah satunya dipengaruhi adanya normalisasi konsumsi rumah tangga pada Ramadhan dan Idul Adha. Namun ada sisi baiknya dimana libur panjang dan pencairan gaji ke-13 serta perayaan Idul Adha diperkirakan bisa menjaga konsumsi rumah tangga untuk tetap stabil," katanya.
Sentimen positif atas laju perekonomian ini memberi keyakinan bahwa Provinsi Bengkulu memang punya daya saing kuat. Sudah saatnya Bengkulu tampil dan menjadi pesaing utama dalam peta perekonomian, setidaknya dimulai dari tingkat regional Pulau Sumatera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....