Pegadaian Dorong Masyarakat Bengkulu Mulai Investasi Emas saat Harga Turun
- 31 Agt 2026 09:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - PT Pegadaian (Persero) mendorong masyarakat di Provinsi Bengkulu memanfaatkan penurunan harga emas sebagai momentum untuk mulai berinvestasi. Harga emas saat ini berada di kisaran Rp2,67 juta per gram, turun dari sebelumnya yang mencapai Rp3,5 juta per gram.
Pimpinan Cabang Pegadaian Bengkulu, Muhammad Rizky mengatakan penurunan harga emas justru dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk menambah aset. Menurutnya, emas merupakan instrumen investasi sekaligus tabungan jangka panjang yang relatif stabil nilainya.
Ia mengimbau masyarakat mengubah pola pikir dalam berinvestasi emas dengan tidak selalu menunggu harga naik. Saat harga mengalami penurunan, masyarakat dinilai memiliki kesempatan untuk membeli dan menambah kepemilikan emas.
"Kalau ada rezeki, belilah emas. Jangan menunggu harga naik. Emas bukan hanya investasi, tetapi juga tabungan yang nilainya relatif stabil dalam jangka panjang," ujar Rizky, Senin 31 Agustus 2026.
Pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Bengkulu Heriyadi juga mengimbau masyarakat memanfaatkan kondisi harga emas yang sedang turun untuk berinvestasi. Ia mengingatkan investasi emas sebaiknya dilakukan untuk tujuan jangka panjang karena pergerakan harga dapat berubah dalam jangka pendek.
Di sisi lain, transaksi emas di Provinsi Bengkulu sepanjang 2026 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Transaksi pembelian emas sejak awal tahun meningkat sekitar 50 hingga 60 persen melalui layanan cicilan emas di Galeri Pegadaian maupun pembelian secara tunai.
PT Pegadaian Syariah sebelumnya mencatat transaksi atau penjualan emas melalui outlet dan aplikasi di Provinsi Bengkulu mencapai Rp3,2 miliar selama Januari 2026. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, penjualan emas di Bengkulu tercatat mencapai Rp15,9 miliar.
"Untuk transaksi emas di Bengkulu Rp3,2 miliar selama Januari 2026.Dan sejak Januari hingga Desember 2025 penjualan emas di Bengkulu mencapai Rp15,9 miliar," kata Heriyadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....