Pemanfaatan Digital oleh Pelaku Usaha Bordir di Bengkulu
- 25 Feb 2026 11:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Owner Wandi Bordir Kota Bengkulu yang berlokasi di Jalan Meranti Raya Sawah Lebar Kota Bengkulu, menegaskan bahwa pelaku usaha jahit dan bordir harus mampu beradaptasi di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama dengan berkembangnya digitalisasi saat ini. Menurutnya, perubahan pola pemasaran menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pelaku UMKM untuk terus bertahan dan berkembang.
Wandi mengatakan, saat ini pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan toko atau tempat usaha tetap. Banyak di antaranya yang mulai memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan marketplace, media sosial, hingga promosi digital lainnya. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk promosi konvensional.
“Sekarang ini usaha harus dipasarkan juga melalui marketplace dan media sosial. Kalau tidak mengikuti perkembangan, kita bisa tertinggal,” ujar Wandi saat ditemui di tempat usahanya di Kota Bengkulu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sebagai pelaku usaha lokal di Bengkulu, pemilik usaha harus pintar mencari peluang agar orderan tetap masuk setiap hari. Salah satu strategi yang diterapkannya adalah menjaga kualitas hasil jahitan dan bordir agar pelanggan lama tetap setia. Bahkan, pelanggan lama kerap membantu mempromosikan jasanya kepada calon pelanggan baru melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
Selain itu, promosi melalui Facebook juga menjadi salah satu cara efektif untuk mendapatkan pesanan, baik untuk jahit pakaian, bordir logo, maupun pembuatan selempang untuk berbagai kegiatan. Dengan konsistensi promosi dan pelayanan, usaha jahit dan bordir masih memiliki peluang besar di tengah persaingan.
Wandi mengungkapkan, dari berbagai orderan jahit dan bordir logo serta selempang, pendapatan kotor yang diperoleh dalam satu bulan dapat mencapai sekitar Rp10 juta. Ia berharap pelaku UMKM di Bengkulu terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi agar usaha tetap bertahan dan berkembang di era digital.