Pelindo Bengkulu Siapkan 218 Ha Untuk Kawasan Industri

  • 04 Feb 2026 20:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu menyiapkan lahan seluas 218 hektare untuk mendukung rencana pengembangan Pulau Baai sebagai kawasan industri.

Hal tersebut disampaikan General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, di sela kegiatan media gathering bertema Mengawal Transformasi Pelabuhan, Rabu (4/2/2025).

Dimas mengatakan, penyediaan lahan ini merupakan bentuk dukungan Pelindo terhadap rencana Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menjadikan Pulau Baai sebagai kawasan industri terpadu.

“Seiring dengan itu, kami juga melakukan pembaruan feasibility study kawasan Pulau Baai,” kata Dimas.

Selain menyiapkan lahan, Pelindo Bengkulu juga tengah membangun terminal curah cair yang saat ini masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan dapat segera dioperasikan.

“Kedalaman alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai saat ini berada di posisi minus 6,5 meter Low Water Spring (MLWS), sehingga kapal dengan draft 6,2 meter sudah dapat masuk ke area pelabuhan,” ujarnya.

Ke depan, Pelindo Bengkulu menargetkan kedalaman alur pelayaran dapat mencapai minus 12 meter MLWS. Namun, menurut Dimas, saat ini target tersebut masih dalam tahap aktualisasi untuk proses pengadaan.

“Kami terus berupaya agar kedalaman alur pelayaran tetap terjaga,” tegasnya.

Terkait rencana kawasan industri, Dimas menjelaskan bahwa Pelindo masih terus melakukan riset, mulai dari aspek kelayakan hingga pengelolaan kawasan.

“Rencana awalnya akan dibuat block plan. Kami juga melakukan studi banding ke daerah lain yang telah mengembangkan kawasan industri,” jelas Dimas.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan kawasan industri memerlukan kolaborasi antara Pelindo dan pemerintah daerah, terutama dalam hal promosi dan pemasaran untuk menarik investor.

“Kita juga perlu memperkuat potensi ekspor sesuai dengan komoditas unggulan daerah,” tambahnya.

Dimas mengungkapkan, sejauh ini sudah ada sejumlah investor yang menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di kawasan Pulau Baai, khususnya dari sektor Crude Palm Oil (CPO).

“Bahkan beberapa perusahaan sudah menyampaikan proposal investasi,” pungkas Dimas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....