Nilai Ekpsor Bengkulu 'Meroket' di September 2025

  • 18 Nov 2025 16:40 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Kinerja ekspor Bengkulu pada September 2025 tercatat naik signifikan jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2025. Pada Agustus nilai ekspor Bengkulu hanya sebesar US$12,90 juta, sementara di September menjadi US$6,82 juta atau naik sebesar 89,06 persen.

"Peningkatan ekspor ini dikarenakan naiknya ekspor kayu olahan sebesar 218,57 persen, dan ekspor batubara sebesar 100,12 persen," jelas Kepala BPS Bengkulu, Ir Win Rizal, ME dalam siaran pers statistik baru-baru ini.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada September 2025 juga mengalami peningkatan sebesar 2,03 persen. "Nilai ekspor pada September 2024 tercatat sebesar US$12,64 juta," imbuh Win Rizal.

Peningkatan ekspor ini dikarenakan ekspor komoditas batubara naik dari US$10,18 juta menjadi US$12,27 juta (naik sebesar 20,53 persen), ekspor karet turun dari US$1,22 juta menjadi US$0,18 juta (turun sebesar 85,04 persen).

Lalu, ekspor lintah naik dari sebesar US$2,21 ribu menjadi US$2,35 ribu (naik sebesar 6,52 persen), dan komoditas lainnya pada September 2025 turun dari sebesar US$1,24 juta menjadi US$0,0,44 juta (turun sebesar 64,34 persen).

Komoditas yang diekspor provinsi Bengkulu di bulan September tahun 2025 adalah batubara, gaharu, karet, serangga, lintah, batu kerikil alam, manggis, kayu olahan, dan paket pos lainnya.

Meski demikian, nilai ekspor Bengkulu periode Januari–September 2025 turun 42,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yaitu dari US$134,24 juta menjadi US$77,49 juta.

Penurunan tersebut, kata Win Rizal, disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas di sektor industri pengolahan sebesar 23,43 persen dari US$9,67 juta menjadi US$7,41 juta, dan di sektor pertambangan dan lainnya sebesar 44,46 persen dari US$123,68 juta menjadi US$68,69 juta.

"Sementara di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami peningkatan sebesar 57,78 persen, dari US$0,88 juta menjadi US$1,39 juta," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....