Investasi Saham Online Meningkat, Masyarakat Kian Melek Finansial
- 14 Okt 2025 10:37 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu – Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi saham secara online terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kuartal ketiga tahun 2025, jumlah investor ritel aktif mencapai lebih dari 13 juta, meningkat sekitar 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BEI Bengkulu Marina Rasyada menjelaskan bahwa kemudahan membuka rekening efek secara digital menjadi salah satu faktor utama lonjakan jumlah investor baru.
“Sekarang masyarakat bisa membuka rekening efek hanya dalam waktu beberapa menit lewat aplikasi online. Prosesnya cepat, aman, dan sesuai regulasi,” ujarnya
Peningkatan kesadaran finansial juga didorong oleh masifnya edukasi pasar modal yang dilakukan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai perusahaan sekuritas melalui media sosial dan webinar.
Selain itu, generasi muda turut menjadi motor penggerak utama tren investasi digital. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, 59 persen investor saham berasal dari kelompok usia 18–35 tahun.
“Meningkatnya literasi keuangan di kalangan anak muda merupakan sinyal positif. Namun tetap perlu diimbangi dengan edukasi risiko agar investasi dilakukan secara bijak,” tambahnya.
Dengan dukungan teknologi dan regulasi yang semakin baik, pasar saham online diharapkan menjadi sarana investasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....