SPPG Enggano Belum Beroperasi, 2.000 Warga Menanti Program MBG
- 22 Sep 2026 18:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Apoho, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, hingga kini belum beroperasi meski bangunannya telah selesai dibangun. Fasilitas program makan bergizi gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah 3T tersebut mulai dibangun sejak September 2025 dan kini telah siap digunakan.
Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Enggano, Redy Kaitora, S.Sos., mengatakan SPPG di Desa Apoho merupakan satu-satunya fasilitas yang dibangun untuk wilayah 3T di Kepulauan Enggano. Namun, hampir satu tahun setelah pembangunan dimulai, SPPG tersebut belum juga menjalankan operasionalnya.
“Bangunannya sudah selesai dan sudah siap, tetapi sampai sekarang belum dioperasikan,” kata Redy Kaitora, Selasa 22 September 2026. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian karena masyarakat yang menjadi sasaran program di Enggano cukup banyak.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, jumlah calon penerima manfaat program di Kecamatan Enggano mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka berasal dari lima sekolah dasar, dua sekolah menengah pertama, satu sekolah menengah atas, enam PAUD, dan satu pondok pesantren.
"Potensinya 2000 penerima. Dari anak-anak, ibu hamil dan menyusui, " katanya.
Redy mengatakan Mbg sangat dibutuhkan masyarakat Enggano, terutama karena wilayah tersebut merupakan kepulauan terluar di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, program pemerintah yang menyasar daerah 3T perlu dipastikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut.
Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait segera memastikan SPPG di Desa Apoho dapat dioperasikan. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, ribuan masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat dapat segera memperoleh layanan pemenuhan gizi.
“Mohon kepada BGN dan pihak-pihak terkait agar segera mengoperasikan SPPG itu, supaya bisa dinikmati masyarakat pemanfaat yang ada di Pulau Enggano. Perhatian terhadap Enggano penting karena wilayah tersebut merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berada di kawasan kepulauan terluar," ujar Redy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....