Cerita Ustaz Zaki Bangun Pesantren di Pulau Enggano Demi Masa Depan Anak-anak
- 31 Jul 2026 15:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara – Pondok Pesantren As Salam Al Azhar di Desa Kaana, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, terus berupaya mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu agama meski berada di wilayah terluar Provinsi Bengkulu. Cerita ini bermula dari delapan tahun lalu, dimana warga asli pulau terluar—Ustaz Zaki Almukarom sebagai Pengasuh Ponpes As Salam Al Azhar, ini kembali dan ingin mengabdi pada daerah setelah lama belajar ilmu agama di luar pulau.
"Saya ingin membangun sekolah di daerah sendiri, mencerdaskan anak bangsa dan mencetak generasi yang berakhlak. Walaupun berada di pulau, kami tidak ingin tertinggal dalam pendidikan agama," katanya, dalam wawancara bersama RRI, Jumat 31 Juli 2026.
Ustaz Zaki mengatakan selain pendidikan agama seperti nahwu, shorof, tafsir, akidah akhlak dan berbagai ilmu keislaman lainnya, pesantren juga mengajarkan mata pelajaran umum seperti matematika dan Bahasa Indonesia sesuai kurikulum Kementerian Agama. Pendidikan formal diajarkan agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang setara.
"Pelajaran umum tetap kami ajarkan agar anak-anak tidak tertinggal. Kami mengikuti kurikulum yang ditetapkan Kementerian Agama," kata dia.
Ia menjelaskan seluruh santri di Ponpes As Salam Al Azhar tidak dipungut biaya pendidikan selama menyelesaikan pendidikan. Mengingat selama ini operasional pondok berjalan berkat bantuan para donatur dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.
"Alhamdulillah semua santri gratis, kebutuhan makan dan operasional banyak dibantu para donatur, ada yang dari Jakarta hingga Sydney. Kami bersyukur masih banyak yang peduli," tuturnya.
Ponpes As Salam Al Azhar telah memiliki izin operasional, terdaftar di Kementerian Agama serta telah terakreditasi. Sehingga setelah lulus pendidikan di pondok pesantren, para siswa bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Dalam kesempatan menyambut Anggota DPD RI/MPR RI, Apt Hj Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., Sabtu 25 Juli 2026 lalu, Ustadz Zaki mendapatkan momentum menyampaikan sejumlah aspirasi yang dihadapi pondok pesantren. Kehadiran dalam rangka kunjungan kerja itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Pulau Enggano dan tenaga pendidik di Ponpes.
Ustaz Zaki menyampaikan para guru yang mengajar saat ini seluruhnya masih berstatus honorer. Mereka berharap guru swasta diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Harapan kami jangan sampai ada perbedaan antara guru negeri dan swasta. Guru-guru swasta juga seharusnya memiliki kesempatan yang sama mengikuti PPPK," katanya.
Selain itu pesantren juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran. Proses belajar mengajar saat ini tidak didukung dengan alat pembelajaran modern.
"Sampai sekarang kami belum memiliki komputer dan alat dukung mengajar. Kami berharap ada bantuan agar anak-anak santri tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi," ujarnya.
Dari sisi kebutuhan operasional, para santri juga berharap pesantren dapat memiliki kendaraan sendiri. Selama ini setiap mengikuti kegiatan di luar seperti pramuka, pengajian maupun penampilan marawis, pihak pesantren harus menyewa mobil dengan biaya yang cukup besar.
"Kalau ada kegiatan di luar kami selalu menyewa mobil. Sekali sewa bisa sekitar Rp400 ribu, itu menjadi beban bagi pondok," ungkapnya.
Selain kendaraan operasional, kondisi ruang belajar juga membutuhkan perhatian karena sebagian atap seng sudah mengalami kebocoran. Ustaz Zaki berharap pemerintah maupun para dermawan dapat membantu agar proses belajar mengajar di Ponpes Assalam Al Azhar semakin nyaman.
"Semoga ada bantuan untuk memperbaiki ruang kelas yang atapnya sudah bocor. Mudah-mudahan ada pihak yang tergerak membantu demi kenyamanan anak-anak santri belajar," kata Ustaz Zaki.
Diakhir wawancaranya, Ustadz Zaki menegaskan akan terus berkomitmen mendidik anak-anak di Pulau Enggano agar memiliki akhlak mulia, ilmu agama yang kuat, serta mampu mengikuti perkembangan pendidikan. Ia berharap dukungan terus mengalir sehingga Ponpes dapat berkembang dan semakin banyak melahirkan generasi penerus yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan daerah.
"Selama kami masih diberi kesehatan, insya Allah kami akan terus mendidik anak-anak Pulau Enggano agar mereka tidak tertinggal, baik dalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan," tutur Ustaz Zaki.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Senator DPD RI asal Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menegaskan akan memperjuangkan kebutuhan Ponpes As Salam Al Azhar melalui kewenangan yang dimilikinya di DPD RI. Menurutnya, masyarakat di Pulau Enggano berhak memperoleh perhatian yang sama dalam bidang pendidikan.
"Aspirasi yang disampaikan Ustaz Zaki, para dewan guru, dan santri akan kami bawa dan kami perjuangkan. Pendidikan di Pulau Enggano sebagai wilayah terluar tidak boleh tertinggal dan kita ingin anak-anak di sana mendapatkan kesempatan dan fasilitas yang sama dengan daerah lain," kata Anggota Komite III itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....