Warga Enggano Keluhkan Transportasi Dan Ekonomi Ke Bupati

  • 18 Jul 2025 20:02 WIB
  •  Bengkulu

KBRN Pulau Enggano : Meskipun pelayaran sudah kembali normal, saat berkantor di Pulau Enggano Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata masih mendengarkan berbagai keluhan dari masyarakat Enggano. Keluhan terbesar masih terkait masalah pendangkalan Alur Pelabuhan Pulai Bai Bengkulu.

Seperti yang di ungkapkan oleh Nastan Efendi, ia mengaku aktivitas laut terganggu dan berefek langsung pada pekerjaan dan ekonomi warga. Hasil panen pisang warga tidak bisa di angkut semua oleh kapal nelayan serta harga jual pisang yang menurun akibat tingginya bianya sewa kapal.

Untuk pengiriman hasil bumi warga Enggano saat ini masih menggunakan kapal nelayan. Hal ini dikarenakan Kapal Fery Pullo Tello dan Kapal Perintis M Husni Thamrin masih belum bisa mengankut hasil bumi masyarakat Enggano.

“Ya kebetulan ada pak Bupati kita lagi ngantor di Enggano jadi tadi saya dan beberapa warga menceritakan beberapa keluhan kepada beliau, terutama maslaah perekonomian warga Enggnao yang belum sepenuhnya pulih meski kapal sudah bisa melewati alur,”ungkapnya

Sementara itu Bupati Arie Septia Adinata menegaskan ia berkantor di Enggano ini sesuai dengan arahan Gubernur Provinsi Bengkulu memastikan seuluh aktifitas masyarakat dan pemerintah berjalan dengan sebagimmana mestinya. Selain itu juga untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat.

Ia menjelaskan saat ini kapal Ferry memang lebih difokuskan mengangkut BBM dan sembako ke Enggano. Pihaknya telah bersurat ke Gubernur agar transportasi laut dan udara dapat beroperasi seperti sebelumnya yakni 2 hingga tiga kali dalam seminggu.

“Ya kita sudah dengarkan semua keluhan warga tadi ya, memang kapal itu posisinya masih belum bisa mengangkut hasil bumu, karena minggu pertama kemarin focus mengakung BBM, dan minggu ke 2 fokus pada mengangkut semako dan warga, tapi kita akan bersurat ya agar kapal ini bisa beroprasi lagi 3 minggu sekali,”jelasnya

Penambahan jadwal keberangkatan transportasi laut ataupun udara menjadi harapan terbesar bagi warga Enggano, agar roda perekonomian di Pulau Terluar ini kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....