tanpa Sinar Matahari & Tekanan Super Ekstrem, Mengapa Hewan-Hewan Ini Tidak Hancur?

  • 06 Okt 2026 10:51 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penelitian kelautan terbaru mengungkap rahasia luar biasa berbagai spesies fauna yang mampu berkembang di habitat samudra paling ekstrem. Makhluk-makhluk laut ini mengembangkan serangkaian adaptasi biologis unik untuk menghadapi tekanan air maha dahsyat, suhu membeku, hingga ketiadaan cahaya.

Ikan blobfish menjadi salah satu contoh nyata organisme yang bertahan dari tekanan tinggi dasar samudra tanpa memiliki rangka tulang keras. Tubuhnya yang bertekstur mirip agar-agar memiliki kepadatan sedikit lebih rendah dari air sehingga ia dapat melayang tanpa membuang banyak energi.

Di kegelapan abisal yang tidak terjangkau sinar matahari, ikan pemancing mengandalkan organ bioluminesensi sebagai alat pemikat mangsa. Cahaya alami yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik pada umpan di kepalanya menarik perhatian organisme lain di tengah kegelapan pekat.

Sementara itu, cacing tabung raksasa Riftia pachyptila mampu hidup memadati kawasan celah hidrotermal tanpa memiliki saluran pencernaan sama sekali.Keberlangsungan hidup cacing ini bergantung sepenuhnya pada bakteri kemosintetik yang mengolah senyawa hidrogen sulfida beracun menjadi energi.

Di perairan Antartika yang bersuhu di bawah titik beku, ikan es mengembangkan zat antibeku khusus di dalam aliran darah mereka. Protein antibeku tersebut mencegah pembentukan kristal es dalam jaringan tubuh sehingga organ vital mereka tetap berfungsi optimal.

Cacing Pompeii yang mendiami cerobong gunung api bawah laut juga mencatatkan rekor ketahanan terhadap suhu panas hingga puluhan derajat Celsius. Lapisan bakteri tebal di punggung cacing ini bertindak sebagai isolator termal yang melindungi jaringan tubuhnya dari sengatan panas berlebih.

Dalam kondisi minim oksigen di zona tengah samudra, cumi-cumi vampir menggunakan tingkat metabolisme yang sangat rendah untuk menghemat energi. Hewan purba ini tidak berburu secara aktif, melainkan mengumpulkan partikel organik terapung dengan filamen khusus.

Keberhasilan berbagai hewan laut dalam menembus batas ketahanan hidup memberikan wawasan baru bagi ilmu biologi dan eksplorasi medis. Penemuan mekanisme adaptasi ini terus menginspirasi para ilmuwan untuk memahami potensi kehidupan di planet lain yang memiliki kondisi serupa.

Sumber: National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Ocean Exploration

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....