Pesona Ekek Dada-Kuning, Burung Eksotis Pemikat Hutan Indochina
- 26 Agt 2026 17:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ekek dada-kuning (Cissa hypoleuca) merupakan salah satu spesies burung menawan dari keluarga gagak (Corvidae) yang berasal dari kawasan Indochina dan Tiongkok selatan. Spesies ini sangat mudah dibedakan dari kerabat sejenisnya berkat perpaduan bulu hijau zamrud di bagian punggung serta warna kuning cerah yang mencolok pada area dadanya.
Penampilannya kian eksotis dengan kombinasi topeng hitam memanjang dari pangkal paruh hingga tengkuk, serta paruh dan kaki berwarna merah menyala. Bagian sayapnya dihiasi warna cokelat kemerahan (chestnut) yang memberikan kontras visual sangat indah di tengah rimbunnya hutan.
Keunikan Pigmen Warna dan Fenomena Perubahan Bulu
Warna hijau cerah pada bulunya dihasilkan dari kombinasi struktur fisik bulu dan pigmen lutein yang didapatkan dari asupan pakan alaminya. Uniknya, warna hijau ini rentan memudar menjadi kebiruan apabila burung mengalami kekurangan nutrisi atau terpapar sinar matahari secara berlebihan.
Perubahan warna akibat kerapuhan pigmen tersebut sering kali ditemukan pada spesimen museum maupun individu yang dipelihara dengan nutrisi kurang seimbang. Fenomena keunikan sistem pigmentasi ini menjadikan genus Cissa sebagai salah satu fokus kajian yang sangat menarik bagi para peneliti ornitologi.
Habitat Asli dan Pola Perilaku Harian
Ekek dada-kuning menghuni vegetasi hutan hujan tropis, hutan sekunder, serta rimbunan bambu hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Burung ini tergolong spesies non-migran yang menetap sepanjang tahun di kawasan Asia Tenggara daratan, seperti Vietnam, Laos, Thailand, Kamboja, dan Tiongkok.
Di dalam habitatnya, burung ini aktif bergerak secara berkelompok dalam jumlah kecil sambil mengeluarkan vokalisasi yang riuh dan nyaring. Walaupun suaranya sering terdengar memenuhi kanopi hutan, tubuh cantiknya yang berwarna hijau sering kali tersamarkan secara sempurna di antara dedaunan.
Sebagai spesies omnivora oportunistik, ekek dada-kuning utamanya mengonsumsi aneka serangga besar, invertebrata kecil, serta buah-buahan hutan. Burung ini juga kerap berburu sarang burung lain untuk mencuri telur maupun anak burung sebagai sumber protein tambahannya.
Saat ini, Lembaga Konservasi Dunia (IUCN) memasukkan ekek dada-kuning ke dalam kategori Risiko Rendah (Least Concern) karena populasinya tergolong stabil. Meskipun demikian, menjaga keutuhan ekosistem hutan tropis tetap menjadi hal krusial demi mencegah ancaman penurunan populasi di masa depan.
Sumber
- Avibase - The World Bird Database: Cissa hypoleuca (Indochinese Green Magpie / Yellow-breasted Magpie) taxonomic distribution.
- IUCN Red List of Threatened Species: Cissa hypoleuca Species Conservation Status.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....