Membuat Kompos Tanaman dari Sampah Organik Rumah Tangga

  • 05 Okt 2026 12:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kompos menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik sekaligus menyediakan bahan yang bermanfaat bagi tanaman. Daun kering, rumput, sisa sayuran, dan kulit buah yang biasanya dibuang dapat diolah menjadi kompos melalui proses penguraian secara alami.

Dilansir dari laman keslan.kemkes.go.id, langkah pertama membuat kompos adalah memisahkan sampah organik dari plastik, kaca, logam, dan bahan lain yang sulit terurai. Sampah organik kemudian dapat dipotong menjadi bagian lebih kecil agar proses penguraian berlangsung lebih cepat dan merata.

Bahan basah seperti sisa sayuran dan kulit buah sebaiknya dicampurkan dengan bahan kering seperti daun kering untuk menjaga keseimbangan kelembapan dalam wadah kompos. Campuran tersebut dapat dimasukkan ke dalam ember, tong, atau tempat khusus yang memiliki lubang udara untuk membantu proses penguraian.

Kelembapan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembuatan kompos karena kondisi terlalu kering dapat memperlambat aktivitas mikroorganisme pengurai. Sebaliknya, bahan yang terlalu basah dan kekurangan udara dapat menimbulkan bau tidak sedap sehingga wadah perlu memiliki sirkulasi udara yang cukup.

Bahan kompos juga perlu diaduk secara berkala agar udara dapat masuk ke bagian dalam dan proses penguraian berlangsung lebih merata. Jika diperlukan, masyarakat dapat menambahkan bahan kaya nitrogen seperti sisa sayuran dan bahan kaya karbon seperti daun kering secara bergantian.

Kompos membutuhkan waktu hingga beberapa minggu atau bulan tergantung jenis bahan, ukuran potongan, kelembapan, suhu, dan cara pengelolaannya. Kompos yang matang umumnya memiliki warna lebih gelap, tekstur remah, dan aroma menyerupai tanah sehingga dapat digunakan untuk tanaman.

Dengan membuat kompos sendiri, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk kegiatan berkebun. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari gaya hidup ramah lingkungan sekaligus membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih bersih.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....