Cara Menegur Anak tanpa Marah agar Pesan Lebih Mudah Dipahami
- 29 Sep 2026 13:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menegur anak merupakan bagian dari proses pengasuhan untuk membantu mereka memahami aturan, mengenali kesalahan, dan belajar bertanggung jawab atas perilakunya. Namun, cara orang tua menyampaikan teguran dapat memengaruhi bagaimana anak memahami pesan serta merespons situasi yang sedang dihadapi.
Dilansir dari laman mitrakeluarga.com, langkah pertama adalah menenangkan diri sebelum berbicara ketika orang tua merasa kesal atau kecewa terhadap perilaku anak. Mengambil jeda sejenak dapat membantu orang tua memilih kata-kata yang lebih tepat sehingga teguran tidak berubah menjadi bentakan atau ucapan yang merendahkan.
Saat menyampaikan teguran, orang tua sebaiknya menjelaskan perilaku yang perlu diperbaiki secara spesifik tanpa memberikan cap negatif kepada anak. Sebagai contoh, mengatakan bahwa mainan perlu dirapikan setelah digunakan lebih membantu daripada menyebut anak sebagai pemalas atau tidak bertanggung jawab.
Mendengarkan penjelasan anak juga penting agar orang tua memahami alasan di balik perilaku yang dianggap tidak sesuai. Dengan memberikan kesempatan berbicara, anak dapat belajar mengungkapkan perasaan dan orang tua memiliki informasi yang lebih lengkap sebelum menentukan langkah berikutnya.
Aturan dan konsekuensi perlu disampaikan secara jelas, masuk akal, serta sesuai dengan usia anak agar mudah dipahami. Jika anak menumpahkan makanan karena bermain di meja makan, misalnya, orang tua dapat mengajaknya membantu membersihkan dengan pendampingan daripada memberikan hukuman yang tidak berkaitan dengan kesalahannya.
Orang tua juga perlu memberikan apresiasi ketika anak berusaha memperbaiki perilaku atau mengikuti arahan dengan baik. Penguatan positif yang tulus dapat membantu anak memahami perilaku yang diharapkan sekaligus membangun hubungan yang lebih terbuka dengan keluarga.
Menegur anak tanpa marah bukan berarti membiarkan perilaku yang melanggar aturan, melainkan menyampaikan batasan secara tegas tanpa menyakiti secara verbal maupun fisik. Jika dilakukan secara konsisten, pendekatan ini dapat membantu anak belajar mengendalikan perilaku, memahami tanggung jawab, dan membangun komunikasi yang sehat dengan orang tua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....