SPPG Didorong Kelola Sampah Organik Melalui Green SPPG

  • 05 Sep 2026 11:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pengelolaan sampah organik dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu didorong menggunakan metode maggot. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah organik sekaligus mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

Akademisi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Dr. Deri Kermelita, SKM., M.PH., mengatakan pemanfaatan maggot menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi persoalan sampah organik. Menurutnya, metode tersebut perlu diterapkan seiring dengan meningkatnya jumlah SPPG.

Deri mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu sebelumnya telah menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pemanfaatan maggot. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh kepala SPPG untuk memberikan pemahaman mengenai pengolahan sampah organik.

“Beberapa waktu lalu kita punya kegiatan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, mengundang seluruh kepala SPPG. Kami berikan sosialisasi dan edukasi penggunaan maggot untuk mengolah sampah organik,” ujar Deri.

Menurut Deri, peningkatan jumlah SPPG berpotensi diikuti dengan bertambahnya timbunan sampah organik yang dihasilkan. Kondisi tersebut membutuhkan pengelolaan sejak dari sumber agar sampah tidak hanya berakhir sebagai limbah.

“Kita ketahui timbunan sampah organik ini meningkat seiring bertambahnya SPPG,” katanya. Karena itu, pengolahan menggunakan maggot dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan SPPG.

Deri menyebut antusiasme para kepala SPPG terhadap edukasi pemanfaatan maggot sangat tinggi. Antusiasme tersebut menjadi modal untuk mendorong penerapan pengelolaan sampah organik secara lebih luas di lingkungan SPPG.

Program tersebut nantinya diarahkan melalui konsep Green SPPG atau SPPG Hijau. Konsep ini diharapkan membuat setiap SPPG memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah yang dihasilkan dari aktivitasnya.

“Antusiasme mereka luar biasa sekali, kami akan menjadikan Green SPPG atau SPPG Hijau,” kata Deri. Program tersebut nantinya akan dikoordinasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup bersama Yayasan Bina Hijau Mandiri.

Melalui program Green SPPG, sampah organik yang dihasilkan tidak hanya dibuang, tetapi diupayakan untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pemanfaatan maggot juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi beban sampah sekaligus menciptakan nilai guna dari limbah organik.

Deri menambahkan, pengelolaan sampah organik membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara SPPG, pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak pendamping diharapkan mampu memperkuat upaya penanganan sampah di Kota Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....