Memilah Sampah dari Rumah, Menjadi Langkah Nyata Menjaga Kelestarian Lingkungan
- 07 Jul 2026 15:35 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus didorong melalui gerakan pengumpulan sampah anorganik yang telah dipilah sejak dari rumah. Di Kota Bengkulu, inisiatif tersebut dilakukan oleh para pegiat lingkungan dengan memanfaatkan tempat tinggalnya sebagai tempat pengumpulan sampah sebelum disalurkan ke bank sampah induk.
Pegiat lingkungan Anggun Fitria mengatakan rumah dinas dimanfaatkan sebagai sarana pelayanan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pemanfaatan fasilitas negara untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
"Karena kami tinggal di rumah dinas, jadi kami gunakan fasilitas yang negara berikan kepada kami untuk melayani teman-teman. Jadi teman-teman datang ke rumah dinas, mengantarkan sampah yang sudah terpilah, setelah itu saya catat dan saya timbang, setelah cukup penuh kami antar ke bank sampah induk," kata Anggun.
Sampah yang dikumpulkan terdiri atas berbagai jenis yang masih memiliki nilai daur ulang, seperti kardus, kertas HVS, duplex, kawat, dan botol plastik. Setelah terkumpul dalam jumlah yang cukup, seluruh sampah tersebut dikirim ke bank sampah induk untuk diproses lebih lanjut sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Meski demikian, pengelolaan sampah anorganik di Bengkulu masih menghadapi sejumlah keterbatasan karena belum semua jenis sampah dapat diterima oleh fasilitas daur ulang. Kondisi ini membuat sebagian pegiat lingkungan harus mencari alternatif pengolahan di luar daerah.
Pegiat lingkungan Rikza Ilniawati mengungkapkan bahwa beberapa jenis sampah, seperti multilayer, styrofoam, dan mika, belum dapat diolah di Bengkulu. "Tapi sayangnya kalau di Bengkulu itu masih banyak yang belum bisa diterima ya untuk sampah anorganiknya kayak multilayer, styrofoam, mika, itu belum bisa, jadi aku secara pribadi aku kirim ke luar kota," katanya.
Rikza menjelaskan, kota-kota besar seperti Jakarta dan Tanggerang telah memiliki pusat daur ulang yang mampu mengolah jenis sampah tersebut menjadi berbagai produk bernilai guna. Ia menambahkan, sampah yang dikirim kemudian diolah menjadi berbagai produk, seperti dompet, meja, dan bangku, sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....