Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Skala Rumah Tangga

  • 30 Agt 2026 10:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pengelolaan sampah dinilai harus dimulai dari lingkungan rumah tangga dengan membiasakan masyarakat melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus meningkatkan nilai guna dan ekonomi dari sampah yang dihasilkan.

Akademisi UINFAS Bengkulu, Fadilah, S.Si., M.Si., mengatakan sampah sebenarnya tidak akan menjadi masalah apabila dikelola dengan baik. Menurutnya, sampah dapat menjadi persoalan ketika tidak dikelola secara tepat sejak awal.

Fadilah menjelaskan, langkah pertama dalam pengelolaan sampah adalah melakukan pemilahan. Pemilahan tersebut perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat agar setiap rumah tangga memahami cara mengelola sampah yang dihasilkan.

Menurutnya, edukasi dapat dimulai dari lingkungan RT sebagai lingkup masyarakat yang paling dekat dengan rumah tangga. Dengan adanya pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu memilah sampah, terutama sampah organik yang berasal dari dapur dan aktivitas sehari-hari.

“Pengelolaan sampah itu diawali dengan pemilahan sampah, dan itu memang harus ada edukasinya, edukasi terhadap masyarakat sekitar, diawali dari lingkungan RT. Sehingga di setiap rumah tangga itu tahu cara memilah sampah, minimal sampah organik yang ada di dapur, di rumah tangga,” ujar Fadilah.

Ia mengatakan, sampah yang telah dipilah dengan benar tidak selalu berakhir sebagai limbah yang harus dibuang. “Karena itu nanti, setelah kita bisa memilahnya dengan benar, akan bernilai ekonomi, bisa kita jual kembali, bisa menjadi produk yang bisa dipakai sendiri, atau juga bisa dijual kembali,” katanya.

Fadilah yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Lingkungan Hidup UINFAS Bengkulu, menilai perubahan kebiasaan menjadi kunci dalam membangun pengelolaan sampah yang baik di tengah masyarakat. “Jadi langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengubah kebiasaan kita,” tutur Fadilah.

Pengelolaan dari tingkat rumah tangga juga dapat membantu mengurangi sampah yang tercampur sebelum dibawa ke tempat penampungan atau tempat pemrosesan akhir. Dengan pemilahan sejak sumbernya, sampah organik dan anorganik dapat ditangani sesuai karakteristiknya serta memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali.

Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama, mulai dari keluarga, lingkungan RT, hingga pemerintah dan lembaga terkait. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku sehingga pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kegiatan setelah sampah terkumpul, tetapi dimulai sejak sampah dihasilkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....