Pesona Burung Blekok Sawah dan Perubahan Warna yang Memukau

  • 11 Sep 2026 08:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Burung blekok sawah sering kali terlihat berkamuflase dengan warna cokelat kusam saat hinggap di area persawahan. Namun, pemandangan tersebut berubah secara drastis begitu burung air ini mengepakkan sayapnya untuk terbang ke udara.

Kepakan sayapnya mendadak menyingkap bulu bagian dalam yang berwarna putih bersih secara mencolok. Perubahan warna yang sangat kontras ini kerap membuat pengamat burung mengira ada dua spesies yang berbeda.

Mekanisme Tersembunyi dan Pertahanan Diri

Fenomena transformasi visual ini terjadi akibat struktur warna bulu tersembunyi yang tertutup rapat saat posisi diam. Bulu sayap primer dan sekunder yang dominan putih baru terlihat sempurna ketika terbentang lebar di angkasa.

Perubahan warna mendadak ini tidak hanya memukau, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri dari predator. Kilatan warna putih di udara efektif membingungkan musuh yang mencoba mengejar blekok sawah saat melarikan diri.

Transformasi Tambahan Saat Musim Kawin

Selain saat terbang, blekok sawah juga mengalami perubahan warna tubuh yang signifikan ketika memasuki musim berbiak. Bulu di bagian kepala dan leher akan berubah menjadi kuning keemasan, sedangkan bagian punggung berganti menjadi cokelat kemerahan.

Perubahan warna saat musim kawin ini berfungsi khusus untuk menarik perhatian pasangan di habitat perkembangbiakannya. Perpaduan warna biak yang mencolok dan putihnya sayap saat terbang membuat penampilannya semakin memikat di alam liar.

Peran Penting Ekologis dan Kelestarian Habitat

Keberadaan blekok sawah di ekosistem lahan basah memegang peranan penting sebagai pengontrol alami populasi hama. Spesies ini aktif memangsa serangga, katak, serta ikan kecil yang sering menjadi ancaman bagi tanaman padi.

Menjaga kelestarian habitat lahan basah sangat krusial agar keunikan blekok sawah dapat terus terjaga di alam. Perlindungan area persawahan ramah lingkungan menjadi kunci utama demi mendukung keberlanjutan hidup burung khas ini.

Sumber

  • MacKinnon, J., Phillipps, K., & van Balen, B. – Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan
  • IUCN Red List of Threatened Species – Ardeola speciosa (Javan Pond Heron)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....