Burung Truwok: Unggas Lahan Basah dengan Beragam Julukan Unik

  • 26 Agt 2026 17:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Burung truwok (Amaurornis phoenicurus) merupakan spesies unggas air bertubuh ramping yang menghuni kawasan lahan basah Asia Tenggara. Spesies ini dikenal memiliki beragam julukan di Nusantara, mulai dari sebutan kareo padi, ruak-ruak, hingga wak-wak.

Perbedaan penamaan lokal tersebut umumnya didasari oleh tiruan bunyi suaranya yang unik atau lokasi habitat aslinya. Meskipun dipanggil dengan banyak nama di berbagai daerah, seluruh sebutan itu merujuk pada anggota famili Rallidae yang sama.

Ciri Fisik Khas dan Karakter Suara

Penampilan fisik burung truwok sangat mudah diindetifikasi lewat kontras warna putih bersih pada bagian wajah dan dadanya. Sementara itu, tubuh bagian atasnya diselimuti bulu abu-abu gelap dengan aksen cokelat kemerahan di balik ekornya.

Selain corak bulunya yang khas, burung ini populer karena suara panggilannya yang terdengar sangat nyaring. Pekikan khas yang bersahut-sahutan ini kerap bergema di kawasan rawa menjelang fajar maupun saat senja.

Kemampuan Adaptasi dan Gaya Hidup

Meskipun tergolong sebagai burung air, truwok lebih suka berjalan lincah di atas tanah ketimbang berenang. Jari-jari kakinya yang amat panjang membantunya menopang tubuh dengan stabil di atas lumpur lunak pesawahan.

Pakan harian burung kecil ini meliputi serangga, cacing tanah, ikan kecil, serta tunas-tunas tanaman air. Sifatnya yang cenderung pemalu membuat unggas ini lebih sering bersembunyi di balik rimbunnya vegetasi rawa.

Kehadiran truwok di lingkungan pertanian membawa dampak positif sebagai pengendali alami hama serangga bagi para petani. Burung ini membantu menjaga keseimbangan rantai makanan lokal dengan memangsa organisme yang merusak tanaman.

Secara global, populasi burung ini tergolong stabil sehingga dikategorikan berstatus risiko rendah (Least Concern). Fakta unik mengenai burung truwok ini dirangkum berdasarkan rujukan dari IUCN Red List of Threatened Species, Cornell Lab of Ornithology (eBird), serta International Ornithologists' Union.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....