Laki-Laki dan Perempuan Bersama Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • 25 Agt 2026 21:23 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama dalam upaya mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keterlibatan kedua pihak dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman, setara, dan mendukung pemenuhan hak perempuan serta anak.

Staf Pendamping Korban Yayasan Cahaya Perempuan Bengkulu, Lora Lorentza, mengatakan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Laki-laki juga perlu mengambil bagian dengan memberikan dukungan dan ikut mendorong perubahan di lingkungan sekitarnya.

Menurut Lora, laki-laki dan perempuan harus saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. "Sebenarnya sama sih perempuan dan laki-laki itu, kita sama-sama berperan dan saling mendukung untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Lora.

Lora menjelaskan, salah satu bentuk peran laki-laki adalah mendorong teman-temannya untuk meninggalkan pandangan yang menempatkan perempuan dalam posisi tidak setara. Laki-laki juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pertemanan yang lebih menghargai perempuan.

"Yang pertama itu laki-laki ini tentunya bisa sebagai pendorong agar teman-temannya ini menjadi laki-laki yang tidak patriarki. Harus bisa melindungi perempuan, mendukung pemenuhan hak-hak perempuan," ujarnya.

Ia menambahkan, peran laki-laki dalam mencegah kekerasan juga dapat dilakukan sejak lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan nilai kesetaraan dan memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki maupun perempuan.

Lora mencontohkan, laki-laki dapat mendorong perempuan untuk mengambil peran sebagai pemimpin di sekolah. Kesempatan tersebut dapat diwujudkan dengan mendukung perempuan menjadi ketua OSIS maupun terlibat dalam berbagai kegiatan kepemimpinan lainnya.

"Misal contohnya kayak disekolah, mendorong perempuan juga menjadi pemimpin, menjadi ketua osis. Laki-laki juga bisa menjadi contoh teman-temannya untuk menyuarakan kekerasan terhadap perempuan, hak-hak perempuan," kata Lora.

Selain mendorong kepemimpinan perempuan, laki-laki juga dapat menjadi contoh bagi lingkungan pertemanannya dalam menyuarakan pencegahan kekerasan. Sikap tersebut dapat dilakukan dengan berani menolak perilaku yang merendahkan perempuan serta mendukung pemenuhan hak-hak perempuan.

Lora mengingatkan agar laki-laki tidak terbawa budaya patriarki yang dapat memperkuat ketimpangan antara laki-laki dan perempuan. "Jangan sampai laki-laki ini terbawa ke budaya yang patriarki," ucapnya.

Ia menilai, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak tanpa membedakan jenis kelamin. Dengan laki-laki dan perempuan saling mendukung, lingkungan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan dapat dibangun secara bersama-sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....