Fakta Menarik Burung Pelikan, Satwa Purba Berparuh Kantong yang Menakjubkan

  • 25 Agt 2026 10:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Burung pelikan dikenal sebagai salah satu spesies burung tertua di dunia yang telah mengepakkan sayapnya sejak puluhan juta tahun lalu. Temuan fosil membuktikan bahwa struktur tubuh burung air ini hampir tidak mengalami perubahan signifikan selama lebih dari 30 juta tahun.

Anatomi Paruh Kantong dan Teknik Berburu yang Unik

Ciri paling ikonik dari burung pelikan terletak pada kantong paruh besar yang disebut gular pouch di bagian bawah paruhnya. Kantong elastis ini berfungsi layaknya jaring untuk menyerok air beserta ikan sebelum airnya dibuang kembali keluar.

Saat berburu, beberapa spesies pelikan akan menukik tajam dari ketinggian puluhan meter langsung ke permukaan air. Selain berburu sendirian, burung ini sering kali bekerja sama dalam kelompok untuk menggiring kawanan ikan ke perairan dangkal.

Pelikan Undulan (Dalmatian Pelican) memegang predikat sebagai salah satu burung terbang terbesar di planet bumi. Bentang sayap spesies raksasa ini dapat mencapai hingga tiga meter dengan bobot tubuh melebihi 15 kilogram.

Meskipun berbadan besar, burung pelikan sanggup terbang membumbung tinggi memanfaatkan arus udara hangat (thermal). Kemampuan aerodinamis ini memungkinkan mereka melakukan migrasi jarak jauh tanpa menguras banyak energi tubuh.

Kehidupan Sosial dan Perilaku Perawatan Anak

Burung pelikan merupakan hewan sosial yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan hidup dalam koloni besar. Mereka membangun sarang di pesisir pantai atau tepi danau untuk bertelur dan menjaga kelompok dari ancaman predator.

Induk pelikan memberi makan anak-anaknya dengan menyajikan makanan yang dimuntahkan kembali dari kerongkongan mereka. Anak burung yang mulai membesar akan memasukkan kepalanya secara langsung ke dalam paruh sang induk untuk mengambil nutrisi.

Peran Ekologis

Keberadaan burung pelikan sangat krusial dalam menjaga keseimbangan populasi ikan serta kesehatan ekosistem perairan. Informasi dalam artikel berita ini dirangkum berdasarkan rujukan riset ilmiah dari National Geographic, Animal Diversity Web, serta Journal of Avian Biology.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....