Orang Tua Diminta Pahami Masalah yang Dihadapi Anak

  • 21 Agt 2026 16:23 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Orang tua perlu lebih banyak mendengarkan suara anak untuk memahami berbagai persoalan yang mereka hadapi di tengah perubahan zaman. Perkembangan teknologi, paparan gawai, serta kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan dan perilaku anak.

Ketua Yayasan Pupa Bengkulu, Susi Handayani, mengatakan pengalaman anak-anak saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga orang tua perlu memahami kondisi tersebut. Ia menilai tantangan yang dihadapi anak sekarang lebih kompleks karena mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Menurut Susi, anak-anak saat ini menghadapi paparan gawai yang cukup tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi ekonomi orang tua yang sedang sulit juga dapat menjadi tekanan tersendiri bagi anak.

Ia menekankan pentingnya orang tua mendengarkan suara anak karena setiap anak memiliki pengalaman dan persoalan yang berbeda. “Penting kita mendengar suara anak itu, karena anak yang mengalami, beda mungkin dengan generasi kita kemarin, kita kan enggak terpapar dengan gadget, tantangan kita lebih rendah dari anak-anak sekarang,” kata Susi.

Susi menjelaskan, berbagai tekanan tersebut dapat membuat anak menunjukkan perilaku yang dianggap negatif oleh orang dewasa. Namun, orang tua sebaiknya tidak langsung memberikan penilaian tanpa terlebih dahulu mencari tahu alasan di balik perilaku tersebut.

Menurutnya, orang tua perlu menggali penyebab dan memahami kondisi anak sebelum menentukan langkah yang tepat. “Jadi ketika mereka banyak melakukan hal-hal yang menurut kita negatif, mungkin kita harus bisa menggali dulu dan memahami mengapa mereka melakukan itu, kemudian bersama-sama mencari solusinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian persoalan anak tidak selalu cukup dilakukan dengan memberikan intervensi kepada anak secara langsung. Lingkungan tempat anak tumbuh dan kondisi keluarga juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi anak.

Susi mengatakan intervensi yang diberikan seharusnya melibatkan keluarga agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. “Intervensi itu kan tidak hanya kepada anak, tapi juga kepada keluarga, karena kadang masalah itu tidak hanya pada personalnya anak, tapi bisa juga karena lingkungannya ataupun keluarganya,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, orang tua diharapkan tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku anak, tetapi juga memahami faktor yang melatarbelakanginya. Komunikasi terbuka antara anak dan keluarga menjadi penting agar setiap persoalan dapat dibicarakan bersama dan dicarikan solusi yang sesuai.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....