Membangun Kebiasaan Membaca Berita dari Sumber Tepercaya di Era Digital
- 21 Agt 2026 16:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Arus informasi di internet bergerak sangat cepat. Berita dapat muncul melalui situs media, media sosial, aplikasi percakapan, maupun berbagai platform digital sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang dapat dipercaya dari informasi yang belum terverifikasi.
Kajian Tully dan Johnson mengenai news literacy dalam The Routledge Companion to Digital Journalism Studies menjelaskan pentingnya memahami bagaimana berita diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi di era digital. Kajian tersebut berasal dari University of Iowa dan Marquette University serta menempatkan literasi berita sebagai bagian penting dalam menghadapi misinformasi dan disinformasi.
Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan adalah memeriksa sumber berita sebelum mempercayai atau membagikannya. Media yang memiliki identitas redaksi dan proses jurnalistik yang jelas lebih mudah diperiksa dibandingkan informasi tanpa sumber.
Pembaca juga sebaiknya memperhatikan tanggal publikasi. Berita lama yang kembali beredar dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila dianggap sebagai peristiwa yang baru terjadi.
Membandingkan informasi dari beberapa sumber juga dapat membantu memperoleh gambaran yang lebih lengkap. Jika informasi yang sama muncul dari sejumlah sumber tepercaya dengan data yang jelas, pembaca memiliki dasar yang lebih kuat untuk memahami suatu peristiwa.
Judul berita juga sebaiknya tidak langsung dijadikan dasar kesimpulan. Membaca isi berita secara keseluruhan membantu pembaca memahami konteks dan menghindari kesalahan akibat hanya melihat judul.
Dengan membangun kebiasaan membaca berita secara kritis, masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Kebiasaan memeriksa sumber, tanggal, isi, dan konteks berita menjadi bagian penting dari literasi digital yang bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....