Penemuan Kue Tertua di Dunia Berusia 4.200 Tahun dan Rahasia Keawetannya
- 20 Agt 2026 00:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Para arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa kue tertua di dunia yang diperkirakan telah berusia sekitar 4.200 tahun. Makanan purba ini ditemukan dalam kondisi terawetkan secara alami di dalam sebuah situs pemakaman kuno.
Kondisi Lingkungan Ekstrem Sebagai Pengawet Alami
Faktor utama yang membuat kue ini sanggup bertahan selama ribuan tahun adalah kondisi lingkungan tempatnya tersimpan. Kelembapan udara yang sangat rendah serta suhu terisolasi di dalam makam menghentikan pertumbuhan bakteri pembusuk.
Selain hilangnya kadar air, proses karbonisasi parsial saat pembakaran awal juga memperkuat daya tahan adonan tersebut. Lapisan luar yang mengeras bertindak sebagai pelindung alami dari pengaruh cuaca dan paparan udara luar.
Komposisi Bahan Organik dan Pemanis Alami
Komposisi resep kue purba ini turut memegang peranan krusial dalam proses pengawetan jangka panjangnya. Para peneliti mengidentifikasi penggunaan tepung gandum kasar, biji-bijian, serta pemanis alami berupa madu murni.
Madu memiliki kadar air yang sangat rendah dan sifat antimikroba alami yang secara efektif mencegah timbulnya pembusukan. Hindarnya penggunaan bahan cepat basi seperti susu segar membuat struktur kimia adonan tetap stabil seiring ribuan tahun.
Analisis Laboratorium dan Fungsi Ritual Kuno
Pengujian laboratorium menggunakan metode penanggalan radiokarbon mengonfirmasi bahwa kue tersebut dibuat pada era Zaman Perunggu. Penemuan ini memberikan gambaran berharga mengenai perkembangan teknik pengolahan pangan masyarakat purba.
Para ahli meyakini bahwa kue ini sengaja diletakkan sebagai bagian dari ritual keagamaan atau bekal kubur bagi orang meninggal. Penemuan tersebut membuktikan bahwa tradisi pembuatan kue manis telah berkembang jauh sebelum peradaban modern muncul.
Publikasi Ilmiah dan Sumber Kutipan Riset
Laporan penemuan serta analisis keawetan kue 4.200 tahun ini telah dipublikasikan secara resmi dalam Journal of Archaeological Science. Informasi pendukung mengenai aspek sejarah dan pengawetan bahan organik ini juga dirilis oleh British Museum serta Smithsonian Institution.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....