Berapa Kali Sebaiknya Mencukur Jenggot dan Kumis agar Kulit Tidak Iritasi?
- 17 Agt 2026 15:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Mencukur jenggot dan kumis menjadi bagian dari rutinitas perawatan bagi sebagian pria, tetapi terlalu sering bercukur dapat membuat kulit mengalami iritasi. Tidak ada aturan yang berlaku sama untuk semua orang, karena frekuensi ideal bergantung pada jenis kulit, ketebalan rambut, arah pertumbuhan rambut, serta teknik mencukur yang digunakan.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa hasil cukur bersifat sementara sehingga sebagian orang perlu mencukur setiap hari atau beberapa hari sekali untuk mempertahankan tampilan yang diinginkan. Namun, AAD juga mengingatkan bahwa mencukur terlalu sering dapat meningkatkan risiko luka kecil, razor burn, iritasi, dan rambut tumbuh ke dalam.
| Baca juga: Tata Cara Sholat Idul Adha |
Menariknya, untuk pria yang rentan mengalami razor bumps atau benjolan akibat rambut tumbuh ke dalam, AAD justru menyarankan mencukur setiap hari atau setidaknya setiap dua hingga tiga hari. Menurut dokter kulit Cameron K. Rokhsar, mencukur lebih sering membuat rambut memiliki waktu lebih sedikit untuk tumbuh panjang dan melengkung kembali ke dalam kulit, tetapi cara tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Dermatology pada 2021 turut menunjukkan bahwa masalah kulit akibat mencukur tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering seseorang bercukur. Penelitian yang dilakukan Thanisorn Sukakul dan tim dari Department of Dermatology, Faculty of Medicine Siriraj Hospital, Mahidol University, Thailand, melibatkan 340 pria sehat melalui studi potong lintang berbasis kuesioner dan menemukan bahwa masalah yang paling umum adalah iritasi, kulit kering, razor burn, luka akibat pisau cukur, serta pseudofolliculitis barbae.
Karena itu, teknik mencukur justru menjadi faktor penting untuk mencegah iritasi, terutama bagi pria yang kulitnya sensitif. AAD menyarankan membasahi wajah dan rambut terlebih dahulu, menggunakan krim atau gel cukur, mencukur searah pertumbuhan rambut, tidak menekan pisau terlalu kuat, serta membilas pisau setelah setiap sapuan.
Pemilihan alat juga dapat memengaruhi kondisi kulit setelah bercukur, terutama pada pria yang mudah mengalami razor burn. Penelitian yang diterbitkan dalam Skin Research and Technology pada 2024 melibatkan 59 pria sehat dan membandingkan pisau cukur safety razor dengan pisau cukur cartridge tiga bilah menggunakan pencitraan multispektral, dengan hasil bahwa kemerahan kulit setelah mencukur lebih rendah pada sisi yang menggunakan safety razor.
Jadi, tidak ada angka mutlak seperti harus mencukur dua atau tiga kali seminggu agar bebas iritasi karena kebutuhan setiap kulit berbeda. Jika kulit tidak mengalami masalah, mencukur setiap hari atau dua hingga tiga hari sekali dapat dilakukan sesuai kebutuhan, tetapi bila muncul kemerahan, rasa terbakar, luka, atau benjolan, kurangi frekuensi sementara dan perbaiki teknik mencukur, AAD juga menyarankan mengganti pisau setelah sekitar lima sampai tujuh kali penggunaan untuk membantu meminimalkan iritasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....