Peluang Besar Usaha Peternakan Puyuh di Bengkulu

  • 06 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jumlah peternak burung puyuh di Provinsi Bengkulu hingga saat ini masih tergolong sedikit. Berdasarkan pendataan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, peternak puyuh yang aktif baru berjumlah sekitar 25 orang dan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa usaha peternakan puyuh di Bengkulu masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Selain mampu memenuhi kebutuhan telur puyuh di daerah, pengembangan usaha ini juga diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, S.Pt., M.M., mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan peternakan puyuh melalui inovasi Si Puyuh Cakap atau Sistem Pembibitan Puyuh yang Cepat, Aman, Akurat, dan Berkualitas. Program tersebut difokuskan untuk memperkuat sistem pembibitan, meningkatkan kapasitas peternak, serta memperluas pengembangan usaha puyuh di berbagai daerah di Bengkulu.

Inisiator program Si Puyuh Cakap, Veri Gunawan, S.Pt., M.M., mengatakan berdasarkan data yang dihimpun, saat ini terdapat sekitar 25 peternak puyuh yang tersebar di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, perkembangan usaha peternakan puyuh masih didominasi oleh Kota Bengkulu dibandingkan kabupaten lainnya.

"Kita himpun itu ada sekitar 25 peternak, yang ada di kota maupun di kabupaten. Sekarang yang paling berkembang itu ada di Kota Bengkulu, itu mulai dari tahun 2003, sedangkan di kabupaten masih kecil," ujar Veri.

Ia menjelaskan, sekitar 40 persen peternak puyuh berada di Kota Bengkulu atau sekitar 12 hingga 15 peternak. Sementara itu, di kabupaten lain hanya ada dua hingga lima peternak, bahkan ada kabupaten yang tidak ada peternakan puyuh.

"Untuk sekarang di kota itu sekitar 40 persen, sekitar 12 hingga 15 peternak, di Lebong baru ada 2, Bengkulu Utara baru sekitar 5, Bengkulu Tengah ada 5, Kaur dan Bengkulu Selatan masih kosong, Kepahiang dan Rejang Lebong baru ada 2," kata Veri.

Veri menilai, sebaran peternak yang belum merata tersebut menjadi peluang untuk memperluas pengembangan usaha peternakan puyuh di Bengkulu. Melalui program Si Puyuh Cakap, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha peternakan puyuh sehingga produksi lokal dapat meningkat dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....