Teknologi AI Didorong untuk Mendukung Pengembangan Ilmu Pengetahuan
- 18 Jul 2026 11:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, menggelar The 1st Annual International Conference on Islamic Studies, Society, and Humanities (ICISSH) 2026. Forum ilmiah berskala internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan studi Islam, ilmu sosial, humaniora, serta tantangan di era transformasi digital.
Konferensi menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai negara, di antaranya Prof. Dr. Melanie Nyof, Ph.D. dari Carthage College, Amerika Serikat, Dr. Celal Akar dari Hayrat Foundation Turki untuk Indonesia, Prof. Safnil Arsyad, Ph.D. dari Universitas Bengkulu, serta Muhamed Muhsin dari Sunanul Huda Institute for Integrated Studies, Kerala, India. Selain itu, Wakil Rektor II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., turut menjadi salah satu pembicara yang membagikan pandangannya mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam pemaparannya, Dr. Sakut mengangkat tema mengenai ilmu linguistik dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa AI harus dipahami sebagai teknologi yang mendukung produktivitas manusia, bukan menggantikan peran manusia dalam berpikir maupun mengambil keputusan.
Menurut Dr. Sakut, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan ide, mempercepat proses kerja, serta mendukung berbagai aktivitas akademik dan profesional. Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan berpikir kritis, nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan kebijaksanaan tetap menjadi keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
"AI tidak bisa menggantikan peran manusia. Kecerdasan buatan hadir untuk membantu manusia memperoleh ide, mempercepat proses kerja, dan mendukung berbagai aktivitas akademik maupun profesional. Namun demikian, kemampuan berpikir kritis, nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta kebijaksanaan tetap menjadi domain yang dimiliki manusia," ujar Dr. Sakut.
Selain membahas AI, Dr. Sakut menjelaskan bahwa ilmu linguistik memiliki ruang kajian yang luas dan tidak hanya terbatas pada komunikasi antarmanusia. Ia mengatakan pendekatan linguistik melalui kajian semantik dan pragmatik juga dapat digunakan untuk memahami konsep-konsep teologis, seperti wahyu, doa, dan eskatologi, sehingga mampu memperdalam pemahaman terhadap literatur suci dan nilai-nilai transendental.
Pemaparan tersebut mendapat perhatian peserta konferensi karena berhasil menghubungkan perkembangan AI dengan kajian linguistik, humaniora, dan keislaman secara komprehensif. Melalui partisipasi dalam ICISSH 2026, IAIN Curup berharap dapat memperluas kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan studi Islam dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang tetap berlandaskan nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....