IAIN Curup Gelar Kuliah Iftitah, Siapkan Mahasiswa Hadapi Indonesia Emas 2045
- 27 Agt 2026 15:59 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar Kuliah Iftitah Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Rektorat IAIN Curup, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru tersebut menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas RI, Endang Sulastri, S.Sos., MPP., bersama Perencana Direktorat Pendidikan Tinggi dan Iptek, Ahmad Kholil, S.Pd., dan Mahmud Rofi’i, M.Ed.Lead.
Dikutip dari laman IAIN Curup pada Kamis, 27 Agustus 2026, kuliah Iftitah mengangkat tema pembangunan pendidikan tinggi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan materi bertajuk “Dari Perguruan Tinggi untuk Indonesia: Membangun Insan, Menggerakkan Peradaban”. Mahasiswa baru mendapatkan pemaparan mengenai tantangan pendidikan tinggi, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, pembangunan sumber daya manusia, serta peran generasi muda dalam menghadapi perubahan global.
Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada jajaran Kementerian PPN/Bappenas RI. Ia mengatakan IAIN Curup terus melakukan pembenahan dan mempersiapkan diri untuk transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri.
“Secara luas lahan, fasilitas, dan infrastruktur yang sudah dibangun sangat memungkinkan bagi kami IAIN Curup bertransformasi menjadi UIN. Setelah Kuliah Iftitah ini, kami juga berharap Ibu Endang Sulastri berkenan melihat secara langsung berbagai fasilitas dan bangunan SBSN yang telah berdiri di IAIN Curup,” ujar Prof. Idi Warsah.
Menurut Rektor, IAIN Curup saat ini memiliki tiga fakultas dengan 30 program studi dan sekitar 7.400 mahasiswa, belum termasuk mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Perkembangan tersebut, kata dia, menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap IAIN Curup sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam.
Dalam sesi utama, Endang Sulastri menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik dan ekonomi, ketimpangan pembangunan, disrupsi teknologi dan dunia kerja, hingga krisis lingkungan dan perubahan iklim. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi menjadi institusi yang tangguh dan adaptif dalam mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan.
Ia menilai bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk melahirkan generasi yang produktif, berdaya saing, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurut Endang, transformasi perguruan tinggi perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas akademik dan kelembagaan, penguatan kompetensi mahasiswa, pengembangan riset dan inovasi, serta perluasan jejaring kolaborasi. Perguruan tinggi Islam juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan keunggulan melalui integrasi keislaman, sains dan teknologi, sosial-humaniora, serta kebutuhan pembangunan.
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi perhatian dalam Kuliah Iftitah tersebut. Endang mengingatkan bahwa AI dapat membantu mahasiswa dalam berbagai proses akademik, tetapi harus digunakan sebagai alat pendukung berpikir, bukan sebagai pengganti kemampuan intelektual.
Mahasiswa juga didorong untuk mampu memverifikasi informasi, berpikir kritis, menjaga orisinalitas, serta menjunjung tinggi integritas akademik dalam memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan AI, menurutnya, harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kualitas informasi, keamanan data, transparansi, akuntabilitas, dan etika.
“Masa depan tidak untuk ditunggu, tetapi untuk dipersiapkan, dihadapi, dan dimenangkan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada mahasiswa. Generasi muda diharapkan tidak hanya menguasai informasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai, berkomunikasi, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Melalui Kuliah Iftitah ini, IAIN Curup berharap mahasiswa baru memiliki perspektif yang lebih luas mengenai masa depan pendidikan, teknologi, dan pembangunan bangsa. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya IAIN Curup mempersiapkan generasi yang berilmu, adaptif, kreatif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....