Tips agar Baterai HP Lebih Awet, Hindari Kebiasaan Mengisi Daya hingga 100 Persen

  • 09 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada telepon pintar karena menentukan kenyamanan pengguna saat beraktivitas. Meski teknologi baterai terus berkembang, kebiasaan penggunaan yang kurang tepat dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek.

Sebagian besar ponsel pintar saat ini menggunakan baterai lithium-ion yang memiliki karakteristik berbeda dengan baterai generasi sebelumnya. Jenis baterai ini tidak lagi mengalami memory effect, tetapi tetap mengalami degradasi seiring bertambahnya usia, jumlah siklus pengisian, dan paparan suhu tinggi.

Isidor Buchmann, pendiri Battery University dan penulis buku Batteries in a Portable World, menjelaskan bahwa baterai lithium-ion memiliki umur yang lebih panjang apabila tidak dibiarkan terlalu lama berada pada kondisi terisi penuh maupun benar-benar kosong. Ia menyarankan pengguna menjaga tingkat pengisian daya pada kisaran 20 hingga 80 persen untuk membantu mengurangi tekanan pada sel baterai.

Pendapat serupa disampaikan Prof. Jeff Dahn, peneliti baterai lithium-ion dari Dalhousie University, Kanada, yang melalui sejumlah publikasi ilmiahnya menunjukkan bahwa tegangan tinggi dalam waktu lama dapat mempercepat degradasi kimia pada baterai. Menurutnya, membatasi pengisian hingga tidak selalu mencapai 100 persen dapat membantu memperpanjang umur pakai baterai dalam jangka panjang.

Selain pola pengisian daya, suhu juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kesehatan baterai. Tim teknis Apple dalam panduan Maximizing Battery Life and Lifespan menjelaskan bahwa baterai lithium-ion bekerja paling baik pada suhu lingkungan sekitar 16 hingga 22 derajat Celsius, sedangkan paparan suhu di atas 35 derajat Celsius secara terus-menerus dapat mengurangi kapasitas baterai secara permanen.

Pengguna juga disarankan mengurangi penggunaan aplikasi yang menguras daya saat ponsel sedang diisi serta mengaktifkan fitur penghemat baterai ketika kapasitas mulai menurun. Langkah tersebut membantu mengurangi beban kerja prosesor dan aktivitas aplikasi di latar belakang sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien.

Merawat baterai tidak memerlukan perlakuan yang rumit, tetapi membutuhkan kebiasaan penggunaan yang tepat dan konsisten. Dengan menghindari panas berlebih, menggunakan pengisi daya yang sesuai standar, serta menjaga pola pengisian daya, performa baterai dapat tetap optimal dan usia pakainya menjadi lebih panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....