Penyandang Disabilitas Perlu Tingkatkan Kemampuan Pengurangan Risiko Bencana

  • 28 Jun 2026 15:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bngkulu - Penyandang disabilitas dinilai perlu memiliki kemampuan dalam pengurangan risiko bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Upaya tersebut penting agar kelompok disabilitas mampu melindungi diri dan meminimalkan risiko saat terjadi bencana.

Chaidir, seorang difabel fisik, saat acara Bincang di RRI mengatakan penyandang disabilitas termasuk kelompok yang paling rentan dalam isu kebencanaan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat penyandang disabilitas memerlukan perhatian serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan.

“Salah satu poin penting bagi difabel dalam isu kebencanaan ini, para penyandang disabilitas dikategorikan sebagai orang yang paling rentan,” kata Chaidir. Kerentanan tersebut dapat terjadi karena adanya keterbatasan akses informasi, mobilitas, hingga sarana pendukung saat kondisi darurat.

Ia menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan kebencanaan perlu dilakukan sejak dini melalui berbagai kegiatan edukatif. Dengan demikian, penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mitigasi bencana.

Chaidir mendorong para penyandang disabilitas yang tergabung dalam organisasi untuk terlibat dalam berbagai kegiatan terkait kebencanaan. Menurutnya, partisipasi aktif dapat dilakukan melalui forum diskusi maupun pelatihan kebencanaan.

“Kita mendorong kawan-kawan yang tergabung dalam organisasi penyandang disabilitas, dapat melibatkan diri dalam forum diskusi, pelatihan, terkait isu kebencanaan,” ujarnya. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus menyampaikan kebutuhan kelompok disabilitas.

Ia menjelaskan bahwa penyandang disabilitas perlu menyuarakan secara langsung kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi saat situasi kebencanaan. “Karena tanpa keterlibatan mereka, pihak terkait seperti BPBD tidak mengetahui terhadap kebutuhan dan kendala penyandang disabilitas, apabila tidak disuarakan langsung,” katanya.

Chaidir berharap ke depan terdapat kolaborasi yang lebih aktif antara penyandang disabilitas dengan berbagai pihak terkait. “Kedepan kita berharap adanya kolaborasi yang lebih aktif, agar teman-teman disabilitas mendapat pencerahan, tidak perlu menunggu setelah bencana baru mengikuti pelatihan,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....