Mengapa Mabuk Perjalanan Bisa Terjadi
- 25 Mar 2026 22:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perjalanan yang seharusnya terasa menyenangkan terkadang berubah menjadi tidak nyaman. Beberapa orang mengalami mual, pusing, hingga keringat dingin saat berada di kendaraan. Kondisi ini sering dikenal sebagai mabuk perjalanan.
Dalam dunia medis, kondisi ini disebut motion sickness. Gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari rasa tidak enak di perut hingga keinginan untuk muntah. Hal ini dapat terjadi di mobil, kapal, maupun pesawat.
Secara ilmiah, mabuk perjalanan terjadi karena otak menerima sinyal yang tidak selaras. Mata melihat tubuh dalam posisi diam, sementara telinga bagian dalam merasakan adanya gerakan. Ketidaksesuaian ini membuat otak merespons dengan rasa tidak nyaman.
Situasi tertentu dapat memperparah kondisi ini. Misalnya membaca buku atau bermain ponsel saat kendaraan bergerak. Posisi duduk yang tidak stabil juga bisa membuat tubuh lebih mudah merasakan efek tersebut.
Banyak orang mengira mabuk perjalanan hanya dialami oleh mereka yang tidak terbiasa bepergian. Padahal, kondisi ini bisa dialami siapa saja. Faktor seperti kelelahan dan kondisi tubuh juga berpengaruh.
Ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi gejala mabuk perjalanan. Duduk di bagian yang minim guncangan, melihat ke arah luar jendela, serta menghindari penggunaan ponsel dapat membantu. Menjaga kondisi tubuh tetap fit sebelum bepergian juga penting.
Mabuk perjalanan adalah reaksi alami tubuh terhadap perubahan gerak. Dengan memahami penyebabnya, kondisi ini dapat diantisipasi dengan lebih baik. Perjalanan pun bisa terasa lebih nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....