Peringatan Hari Air Sedunia 2026: Water and Gender
- 22 Mar 2026 07:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Krisis air masih menjadi tantangan serius yang memengaruhi seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia. Namun, dampak krisis ini tidak dirasakan secara merata.
Dikutip dari laman sdg.iisd.org pada Minggu, 22 Maret 2026, Hari Air Sedunia menjadi hari peringatan PBB yang dimulai pada tahun 1993 dan dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 Maret. Tujuannya adalah untuk menginspirasi tindakan untuk mengatasi krisis air dan sanitasi serta meningkatkan kesadaran tentang 2,2 miliar orang yang hidup tanpa akses air bersih.
Dalam banyak kasus, perempuan menjadi pihak yang paling terdampak, karena harus memikul tanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengelola air, sekaligus merawat anggota keluarga yang sakit akibat konsumsi air yang tidak aman. Kondisi ini menyebabkan mereka kehilangan waktu, kesehatan, keamanan, serta peluang untuk berkembang.
Namun sayangnya, dalam sistem pengelolaan sumber daya air, perempuan masih sering terpinggirkan, karena keterlibatan kaum perempuan dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan, akses pendanaan, hingga representasi masih sangat terbatas. Situasi ini menjadikan krisis air tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai krisis yang berkaitan erat dengan ketidaksetaraan gender.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan pendekatan transformatif berbasis hak asasi manusia. Perempuan harus diberikan ruang yang setara untuk menyuarakan aspirasi serta berperan aktif dalam setiap aspek pengelolaan air, mulai dari perencanaan infrastruktur hingga penyusunan kebijakan.
Selain itu, peran perempuan juga perlu diperkuat di berbagai sektor terkait, seperti insinyur, petani, ilmuwan, pekerja sanitasi, hingga pemimpin masyarakat. Keterlibatan aktif ini diyakini mampu mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan air yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya tantangan global, seperti perubahan iklim, bencana terkait air, keterbatasan pendanaan, hingga kesenjangan tata kelola, partisipasi semua pihak menjadi kunci. Termasuk melibatkan laki-laki dan anak laki-laki sebagai mitra dalam mendorong akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan yang setara, sekaligus menghapus norma sosial yang menghambat perempuan.
Dengan langkah kolaboratif tersebut, layanan air bersih diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat secara adil. Lebih dari itu, upaya ini juga menjadi bagian penting dalam memberdayakan perempuan dan anak perempuan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, dan bermakna.
Momentum Hari Air Sedunia 2026 menjadi pengingat pentingnya memperkuat keterkaitan antara air, perempuan, dan kesetaraan gender. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif bagi semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....