Hari Kelautan Nasional Jadi Momentum Menjaga Kekayaan Bahari Indonesia
- 03 Jul 2026 11:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Peringatan Hari Kelautan Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kekayaan bahari Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar dan berperan penting bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan lingkungan.
Surya Mardiana, dari Ikatan Duta Maritim Indonesia IV mengatakan Indonesia memiliki kekayaan bahari yang luar biasa dan menjadi salah satu aset penting bangsa. Menurutnya, di Provinsi Bengkulu terdapat Pulau Enggano yang menjadi bagian dari program Wonderful Indonesia karena keindahan alam dan keunikannya.
"Indonesia mempunyai kekayaan bahari yang luar biasa, bahkan di Bengkulu ada Pulau Enggano yang menjadi bagian Wonderful Indonesia," ujar Nana. Ia menilai keberadaan Pulau Enggano menunjukkan besarnya potensi wisata dan sumber daya kelautan yang dimiliki Indonesia.
Nana menjelaskan, keindahan alam, ekosistem, dan kehidupan masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Potensi tersebut dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Keindahan alamnya, ekosistemnya, dan kehidupan masyarakatnya, menunjukkan bahwa laut kita memiliki potensi yang sangat luar biasa, baik untuk pariwisata, ekonomi, maupun keberlanjutan lingkungan," katanya. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan bertahan apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian.
Menurut Nana, persoalan sampah laut, pencemaran, dan kerusakan ekosistem masih menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia saat ini. Kondisi tersebut membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
"Potensi itu tidak akan bertahan kalau kita tidak menjaganya, masalah sampah laut, pencemaran, dan kerusakan ekosistem, masih menjadi tantangan yang nyata," ujarnya. Karena itu, peringatan Hari Kelautan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen menjaga laut.
Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut tidak harus menunggu memiliki jabatan atau kewenangan tertentu. Kepedulian terhadap lingkungan laut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
"Menjaga laut tidak mesti harus menunggu menjadi orang yang memiliki jabatan atau kewenangan, justru dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari, dari hal sederhana seperti mengurangi sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan," kata Nana mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....