Dampak Kebiasaan Last Minute pada Produktivitas
- 18 Mar 2026 14:30 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan mengerjakan tugas di waktu terakhir sering dianggap hal yang wajar. Banyak orang merasa lebih fokus saat tenggat waktu sudah dekat. Pola ini kemudian perlahan menjadi bagian dari cara bekerja sehari-hari.
Awalnya, kebiasaan ini muncul karena merasa masih memiliki banyak waktu. Pekerjaan ditunda dengan alasan ingin mengerjakannya nanti. Namun, tanpa disadari, hal ini berubah menjadi pola yang terus berulang.
Dalam kajian psikologi, perilaku ini berkaitan dengan prokrastinasi. Penelitian dalam Psychological Science menunjukkan bahwa tekanan waktu memang dapat meningkatkan fokus dalam jangka pendek. Namun, kondisi ini juga meningkatkan tingkat stres secara signifikan.
Dampaknya, kualitas pekerjaan sering kali menurun. Waktu yang terbatas membuat proses berpikir menjadi terburu-buru. Akibatnya, hasil yang diperoleh tidak maksimal dan lebih rentan terhadap kesalahan.
Selain itu, kebiasaan last minute dapat mengganggu ritme kerja. Tubuh dan pikiran terbiasa bekerja di bawah tekanan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kelelahan dan menurunkan konsistensi.
Untuk mengurangi kebiasaan ini, pekerjaan dapat dibagi menjadi bagian kecil. Menyicil tugas sejak awal membantu mengurangi beban di akhir. Cara ini membuat proses kerja terasa lebih teratur dan tidak menumpuk.
Pada akhirnya, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kecepatan menyelesaikan tugas. Konsistensi dan pengelolaan waktu yang baik memiliki peran yang lebih penting. Dengan mengubah kebiasaan kecil, hasil kerja dapat menjadi lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....