Harga Cabai Melonjak, DKP Bengkalis Gelar Gerakan Pangan Murah

  • 05 Okt 2026 20:29 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkalis menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan dampak kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai.

Kegiatan yang berlangsung Senin, 5 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis dan dimulai pukul 09.00 WIB. GPM kali ini juga menjadi momentum aksi bela beli produk petani lokal dengan menghadirkan cabai merah dan cabai rawit hasil panen petani Desa Pasiran, Kecamatan Bantan.

Kepala DKP Kabupaten Bengkalis, Susy Hartati mengatakan pelaksanaan GPM dilakukan di tengah meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan. Salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah cabai.

Menurut Susi, kenaikan harga cabai tidak terlepas dari menurunnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi, di antaranya Medan dan Bukittinggi.

“Memang saat ini harga cabai cukup tinggi karena pasokan dari daerah penghasil seperti Medan dan Bukittinggi menurun. Dari hasil pembahasan dengan distributor, pesanan mereka yang biasanya sekitar 300 kilogram hanya mendapatkan sekitar 20 kilogram,” ujar Susy kepada RRI.

Ia menjelaskan, penurunan produksi di daerah sentra tersebut dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim yang membuat hasil panen tidak maksimal. Berkurangnya pasokan kemudian berdampak terhadap ketersediaan cabai di pasar dan mendorong kenaikan harga.

Untuk membantu masyarakat sekaligus membuka akses pasar bagi petani lokal, DKP Bengkalis menggandeng petani Desa Pasiran dalam penyediaan cabai pada kegiatan GPM.

Meski jumlahnya terbatas, cabai merah dijual Rp80 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp60 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga cabai merah di pasaran yang telah menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram.

“Hari ini kita mendapatkan cabai merah dari petani lokal Bengkalis, meskipun jumlahnya tidak sampai 100 kilogram. Kita jual Rp80 ribu per kilogram, sementara harga di pasar saat ini sudah di atas Rp100 ribu per kilogram,” jelasnya.

Selain cabai, masyarakat juga dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang tersedia di antaranya bawang merah Rp24 ribu per kilogram, beras SPHP Rp62 ribu per lima kilogram, Minyak Kita Rp15.500 per liter dan telur ayam Rp50 ribu per papan.

Susi menegaskan GPM bukan sekadar pasar murah, tetapi menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan pangan ketika harga sejumlah komoditas mengalami peningkatan.

“Dengan harga yang saat ini naik, masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, cukup terhimpit. Mereka membutuhkan pangan, tetapi kemampuan keuangannya juga terbatas. Karena itu, melalui kegiatan ini kita berupaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Dalam pelaksanaan GPM kali ini, DKP Bengkalis tidak membuka sistem pemesanan secara daring. Kebijakan tersebut dilakukan karena jumlah komoditas yang tersedia, terutama cabai, masih sangat terbatas.

Susi mengatakan apabila pemesanan dilakukan secara online, stok yang tersedia dikhawatirkan habis sebelum masyarakat datang langsung ke lokasi.

“Kalau kita menerima pesanan online, persediaan yang ada tidak akan cukup. Bahkan kalau ada yang memesan sampai 300 kilogram, stok kita memang tidak mencukupi,” ungkapnya.

Ia mengakui keterbatasan pasokan cabai dari petani lokal masih menjadi tantangan. Karena itu, DKP akan terus mencari sumber pasokan lain apabila produksi petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau pasokan cabai memang terbatas dari daerah produksi, kita tidak bisa berbuat banyak. Namun kita tetap mencari petani atau daerah penghasil cabai lainnya yang bisa diajak bekerja sama,” ujarnya.

Selain menjaga ketersediaan pangan, DKP juga mendorong penguatan pemasaran hasil pertanian lokal. Salah satunya dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memasarkan produk pangan masyarakat di lokasi-lokasi strategis.

“Kita berharap BUMDes yang ada bisa menjual produk lokal di tempat-tempat strategis seperti pasar murah. Bengkalis ini membutuhkan produk lokal dan kita juga ingin produk petani lokal terserap oleh masyarakat,” kata Susy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....