Karhutla Bengkalis Meluas, 6,3 Hektare Lahan Terbakar di Tiga Wilayah

  • 04 Sep 2026 21:20 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau. Pada Jumat, 4 September 2026 sedikitnya tiga wilayah dilanda kebakaran dengan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 6,3 hektare.

Tiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Siak Kecil, Talang Muandau dan Rupat. Jajaran Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BBKSDA, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, perusahaan serta masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyebutkan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur, terutama untuk mencegah api meluas dan memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Selain pemadaman, pendinginan juga terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujar Kapolres.

Karhutla dengan luasan terbesar terjadi di areal HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil.

Penanganan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Personel Polsek Siak Kecil bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Lahan tersebut merupakan tanah gambut yang telah ditanami kelapa sawit berusia sekitar satu tahun.

Kondisi cuaca yang panas terik disertai angin kencang membuat proses pemadaman harus dilakukan secara intensif. Petugas memanfaatkan sumber air dari kanal areal HGU PT TKWL serta sejumlah embung yang baru dibuat.

Sebanyak 70 personel dari PT TKWL turut membantu proses penanganan bersama personel Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni dan MPA.

“Api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini masih dilakukan pendinginan karena masih terdapat asap. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” demikian keterangan petugas di lokasi.

Polisi juga memasang garis polisi, melakukan dokumentasi serta penyelidikan di sekitar lokasi. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Karhutla juga terjadi di Jalan Teluk Padi KM 58, Dusun Mempoleh Gending RT 01/RW 02, Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau.

Kebakaran yang terjadi di lahan hutan belukar dan gambut tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar satu hektare lahan.

Bhabinkamtibmas Desa Tasik Serai Timur bersama tim gabungan melakukan penanganan mulai sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi lapangan, mencari akses menuju titik api dan sumber air.

Tim membawa dua unit mesin pemadam jenis mini striker, 10 gulung selang dan dua nozzle. Penanganan melibatkan 21 personel dari Polri, TNI Koramil Mandau, BBKSDA, MPA Desa Tasik Serai Timur dan pemerintah desa.

Namun, hingga penanganan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB, masih ditemukan titik api. Petugas juga belum menemukan akses jalan menuju lokasi kebakaran, sementara sumber air di sekitar lokasi dalam kondisi kering.

“Masih terdapat titik api yang belum dapat dijangkau karena akses menuju lokasi belum ditemukan dan sumber air di sekitar lokasi juga kering,” kata petugas.

Kondisi tersebut membuat tim BBKSDA berkoordinasi dengan BBKSDA Provinsi untuk mendapatkan dukungan water bombing. Penanganan lanjutan juga direncanakan untuk menjangkau titik api dan melakukan pemadaman.

Sementara penyebab kebakaran maupun pemilik lahan masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, karhutla di Kecamatan Rupat terjadi di Jalan Imam Bonjol, Dusun Lecah Sari, Desa Teluk Lecah.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,3 hektare. Kondisi lahan terdiri atas semak belukar, tanaman pakis dan kebun sawit dengan jenis tanah mineral.

Pemadaman dan pendinginan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Kapolsek Rupat AKP Faisal, S.H., selaku penanggung jawab, bersama personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, MPA Desa Teluk Lecah dan masyarakat turun langsung melakukan penanganan.

Petugas menggunakan satu unit mesin robin dengan 10 rol selang serta satu unit mesin mini striker dengan 10 rol selang. Sumber air diperoleh dari kanal kebun milik masyarakat.

Kapolsek Rupat mengatakan, api telah berhasil dilokalisir, namun petugas masih menemukan beberapa titik yang mengeluarkan asap di bagian tengah lahan.

“Lahan yang terbakar sudah berhasil dilokalisir. Namun, masih ada beberapa titik di bagian tengah yang mengeluarkan asap sehingga pemadaman dan pendinginan terus dilakukan,” ujar AKP Faisal.

Ia juga memastikan koordinasi dengan seluruh stakeholder terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami terus melakukan monitoring dan koordinasi bersama pihak desa serta instansi terkait untuk memastikan tidak ada lagi api maupun asap yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas,” katanya.

Penyebab kebakaran dan pemilik lahan di lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Secara keseluruhan, tiga kejadian karhutla tersebut menghanguskan sekitar 6,3 hektare lahan.

Rinciannya, sekitar lima hektare di areal HGU PT TKWL Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil; satu hektare di Jalan Teluk Padi KM 58, Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau; serta sekitar 0,3 hektare di Jalan Imam Bonjol, Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat.

Jajaran Polres Bengkalis bersama seluruh stakeholder masih melakukan pemadaman, pendinginan dan monitoring di lokasi masing-masing.

Khusus di Talang Muandau, penanganan akan dilanjutkan karena masih terdapat titik api yang belum berhasil dijangkau. Sementara di Siak Kecil dan Rupat, proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah api kembali muncul.

Selama proses penanganan berlangsung, situasi di ketiga lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....