Laka Lantas Akibat Kabut Asap Tercatat Nihil di Bengkalis

  • 28 Agt 2026 12:20 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis, Riau, mulai berkurang setelah hujan mengguyur hampir merata dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut turut berdampak positif terhadap jarak pandang dan aktivitas lalu lintas, khususnya di wilayah Kecamatan Mandau dan Pinggir.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bengkalis AKP Shandra Amelia mengatakan, hingga saat ini situasi lalu lintas di wilayah Mandau dan Pinggir masih aman dan terkendali.

"Untuk situasi lalu lintas di Kecamatan Mandau, Pinggir dan sekitarnya, sampai saat ini masih aman terkendali. Memang beberapa hari yang lalu terdapat kabut asap dengan jarak pandang tidak lebih dari satu kilometer," ujar Shandra ada Jum'at, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi jarak pandang saat ini sudah mulai membaik. Selain itu, selama kabut asap terjadi, pihaknya belum menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi tersebut. "Alhamdulillah, sampai hari ini peristiwa laka lantas nihil. Belum tercatat satu pun kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kabut asap," katanya.

Shandra menyebut, hujan yang turun di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis dalam beberapa hari terakhir cukup membantu mengurangi titik api dan konsentrasi asap.

"Alhamdulillah beberapa hari yang lalu kita cukup terbantu karena Kabupaten Bengkalis secara merata turun hujan. Ini bisa menurunkan kabut asap. Dari laporan yang masuk ke Polres Bengkalis, api juga berkurang, artinya kabut asap di wilayah kita juga menurun," ujarnya.

Meski kondisi mulai membaik, Shandra mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara karena kabut asap belum sepenuhnya hilang. "Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tetap berhati-hati dalam berkendara dan menggunakan masker sebagai upaya menjaga kesehatan. Kabut asap belum hilang secara total," ucapnya.

Ia juga mengingatkan pengendara kendaraan yang belum memiliki lampu utama otomatis untuk tetap menyalakan lampu pada siang hari, terutama ketika kondisi jarak pandang terbatas akibat kabut asap.

"Untuk kendaraan tipe lama yang lampu utamanya belum otomatis, tetap dinyalakan pada siang hari sebelum berkendara. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan. Sementara untuk kendaraan tipe baru, lampu utamanya sudah otomatis," tuturnya.

Menurut Shandra, menyalakan lampu kendaraan pada siang hari dapat membantu meningkatkan visibilitas kendaraan sehingga lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya. "Dengan menghidupkan lampu pada siang hari ini sangat berpengaruh. Ini sudah dicoba di wilayah Pati, dengan menyalakan lampu pada suasana siang hari angka kecelakaan menurun. Apalagi saat karhutla dengan kondisi kabut asap yang tinggi," katanya.

Sementara itu, kondisi kabut asap juga menjadi perhatian dalam aktivitas pelayaran di wilayah perairan Bengkalis.

Koordinator Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis, Hariyanto mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan kepada pemilik kapal dan nakhoda terkait kondisi cuaca serta kabut asap yang terjadi.

"Untuk pelayaran sampai saat ini, kalau cuaca kita sudah me-warning kepada pemilik kapal karena kondisi cuaca saat ini berawan. Kita juga menginformasikan kepada nakhoda terkait asap yang terjadi," ucap Ari.

Namun demikian, Ari memastikan kondisi jarak pandang di perairan Bengkalis hingga saat ini masih berada dalam batas aman untuk aktivitas pelayaran. "Untuk jarak pandang sampai saat ini masih dalam kondisi aman untuk berlayar, termasuk dengan kondisi ombak," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....