E-Ticketing Ro-Ro Bengkalis-Sungai Selari Ditarget Rampung Dua Bulan

  • 12 Agt 2026 17:24 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) terkait penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing di lintasan penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis dan Sungai Selari, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan penandatanganan PKS tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam merealisasikan sistem e-ticketing yang telah direncanakan sejak Desember 2025.

"Perencanaan e-ticketing ini sudah kita lakukan dari awal Desember 2025. Sampai saat ini, secara bertahap kita telah menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari seleksi vendor hingga penandatanganan kerja sama," ujar Ardiansyah, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, penerapan sistem tersebut juga merupakan bentuk konsistensi dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor penyeberangan.

Ia menjelaskan, PT GBSI nantinya akan melaksanakan pekerjaan fisik dan pemasangan perangkat pendukung sistem e-ticketing, mulai dari pembangunan atau pemasangan gate, perangkat elektronik hingga sistem pendukung lainnya.

"Kami akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Jadi bukan hanya GBSI yang bekerja, tetapi kami dari pemerintah daerah juga akan membantu memfasilitasi agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar dan tidak terjadi kebocoran lagi pada saat antrean," jelasnya.

Transparansi Data Penumpang dan Kendaraan

Ardiansyah menyebutkan, sistem e-ticketing tidak hanya bertujuan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran tiket, tetapi juga meningkatkan transparansi data kendaraan dan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan.

"Berapa mobil yang masuk, berapa motor yang masuk, berapa pejalan kaki yang masuk, semuanya akan terdata di sistem. Jadi tidak hanya pihak kami yang memiliki data, tetapi pihak kapal, KSOP, asuransi dan pihak terkait lainnya juga dapat melihat data tersebut," katanya.

Dengan sistem tersebut, seluruh transaksi dan jumlah pengguna jasa penyeberangan dapat tercatat secara elektronik dan lebih transparan. Kondisi ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi operator kapal lain untuk bergabung dan menambah armada di lintasan tersebut.

"Transparansi jumlah kendaraan, jumlah orang dan transaksi yang ada di sana akan terbuka. Salah satunya ini yang kami harapkan dapat membuat operator kapal lain tertarik untuk masuk ke lintasan kita," ungkap Ardiansyah.

Saat ini, lanjutnya, terdapat sekitar lima kapal yang beroperasi. Selain itu, sejumlah pihak juga telah menyampaikan ketertarikan untuk menambah armada di lintasan penyeberangan tersebut.

Ardiansyah menargetkan pembangunan dan pemasangan sarana serta prasarana e-ticketing dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2 bulan sejak PKS ditandatangani.

"Mulai dari PKS ditandatangani, kita prediksi sekitar 1,5 sampai 2 bulan ke depan untuk melengkapi sarana dan prasarana di pelabuhan Bengkalis dan Sungai Selari. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik," ujarnya.

Namun, ia mengakui pelaksanaan pekerjaan membutuhkan pengaturan khusus karena lokasi pelabuhan merupakan kawasan yang setiap hari digunakan masyarakat.

"Kita akan melihat kondisi di lapangan karena ini bukan lahan kosong, tetapi lahan yang digunakan masyarakat setiap harinya. Karena itu perlu pengaturan sistem antrean dan sebagainya saat pekerjaan dilakukan," katanya.

Dishub Bengkalis juga akan mengatur pergeseran arus lalu lintas selama proses pembangunan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan nyaman.

"Kenyamanan masyarakat tetap akan kita prioritaskan. Jangan sampai pelaksanaan pekerjaan ini justru mengganggu masyarakat umum," tegasnya.

Sebelum sistem diberlakukan secara penuh, pemerintah akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pembelian tiket elektronik, baik bagi pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.

"Pada saat soft opening, kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana membeli tiket, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki. Setelah itu baru kita launching secara penuh," terang Ardiansyah.

Setelah sistem berjalan penuh, pengguna jasa penyeberangan akan masuk melalui gate yang telah disiapkan. Kendaraan juga tidak lagi diperbolehkan parkir sembarangan di area jetty.

"Dengan adanya sistem ini, tidak ada lagi mobil, sepeda motor ataupun pejalan kaki yang tidak melakukan pembayaran. Semuanya akan melalui sistem dan masuk melalui pintu gate," katanya.

Bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem digital, Dishub akan menyediakan lokasi pembelian tiket secara daring yang dibantu petugas di lapangan.

"Masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem ini tetap akan kita bantu. Namun pembayarannya tetap secara elektronik, tidak lagi menggunakan uang tunai," jelasnya.

Pembayaran nantinya dapat dilakukan menggunakan metode pembayaran elektronik, seperti QRIS, kartu debit dan metode nontunai lainnya.

Ardiansyah menambahkan, penerapan e-ticketing juga akan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manusia. Petugas nantinya lebih difokuskan untuk mengarahkan kendaraan, penumpang dan memastikan kelancaran proses naik-turun kapal.

"Tenaga manusia akan semakin berkurang dan lebih kepada mesin yang ada di sana. Tugas petugas kita nantinya mengarahkan kapal, kendaraan serta orang yang akan menyeberang di Ro-Ro Air Putih dan Sungai Selari," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....