Karhutla Bengkalis: Buluh Apo Masih Sisakan Titik Api
- 12 Agt 2026 09:55 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Polres Bengkalis bersama jajaran Polsek dan tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara terpadu untuk mencegah api kembali meluas sekaligus memastikan lahan yang terbakar benar-benar aman dari bara api.
Tiga lokasi yang mendapat penanganan yakni Jalan Reformasi RT 002 RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir; Jalan Cikgu Wahidin RT 002 RW 001, Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat; serta Jalan Tangkahan Tegar Ujung Canal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.
Di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, penanganan telah memasuki hari ketiga, sampai Selasa kemarin Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 3,5 hektare telah berhasil dipadamkan.
Namun, hingga kegiatan berakhir, petugas masih menemukan sejumlah titik api dan asap dari sisa kayu yang terbakar. Karena itu, pemadaman dan pendinginan akan kembali dilanjutkan pada hari ini.
“Untuk Buluh Apo, penanganan sudah memasuki hari ketiga. Masih ditemukan beberapa titik api dan asap pada sisa kayu yang terbakar, sehingga pemadaman dan pendinginan akan kami lanjutkan,” kata Kapolres AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas Aipda Juliandi.
Sementara itu, Karhutla di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, terjadi pada lahan dengan luas diperkirakan mencapai 10 hektare.
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Api berhasil dipadamkan dan kondisi terakhir di lokasi hanya menyisakan asap.
“Di Pematang Pudu, api sudah berhasil dipadamkan. Tim tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala,” jelasnya.
Sedangkan di Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, kebakaran terjadi pada lahan semak belukar dengan luas sekitar 0,3 hektare.
Polsek Rupat bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat dan regu pemadam PT Priatama bergerak cepat melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman.
Berdasarkan pemantauan terakhir, lokasi Karhutla di Desa Darul Aman nihil terpantau pada aplikasi DLK.
Dalam penanganan di tiga lokasi tersebut, personel kepolisian bersinergi dengan TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA, masyarakat serta unsur pemadam dari perusahaan.
Berbagai peralatan dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman, di antaranya mini striker, mesin dossmer, selang dan nozzle. Pada lokasi tertentu, penanganan juga mendapat dukungan Water Bombing dari BNPB.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, terutama kondisi cuaca dan medan. Cuaca panas, tanah yang kering serta angin kencang yang berubah arah berpotensi menyebabkan api kembali menjalar.
Selain itu, jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran juga menjadi kendala. Petugas harus menggunakan selang dengan jarak cukup panjang dan mengatur distribusi air menuju titik-titik api.
“Kondisi cuaca panas, tanah kering dan angin yang berubah arah cukup memengaruhi proses pemadaman. Jarak sumber air juga menjadi kendala karena cukup jauh dari titik kebakaran,” ungkap Juliandi.
Meski demikian, tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pendinginan secara bertahap. Tidak terdapat laporan mengenai kelelahan personel maupun asap tebal yang menjadi kendala utama selama proses penanganan.
Dari tiga lokasi tersebut, Desa Buluh Apo menjadi titik yang masih memerlukan penanganan lanjutan karena masih ditemukan api dan asap.
Sementara di Pematang Pudu, Mandau, api telah berhasil dipadamkan dan hanya menyisakan asap. Sedangkan di Darul Aman, Rupat, api berhasil dipadamkan dan lokasi terpantau nihil pada aplikasi DLK.
Terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Petugas telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, dokumentasi serta pemantauan kondisi lahan.
Polres Bengkalis terus memperkuat sinergi dengan TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA, masyarakat dan pihak terkait dalam penanganan Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....