Hujan Padamkan Api, Kapolres Bengkalis Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan
- 27 Agt 2026 16:21 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis membantu memadamkan titik api dan menekan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Namun, pemantauan di sejumlah lokasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengimbau masyarakat tidak memanfaatkan kondisi hujan sebagai alasan untuk kembali melakukan pembakaran atau membuka lahan dengan cara dibakar. “Dengan adanya kondisi hujan kemarin, mudah-mudahan masyarakat jangan merasa nyaman dan gampang untuk membuka lahan dengan alasan apa pun. Mungkin dianggap lebih murah, tetapi dalam situasi kemarau yang luar biasa, api bisa menjalar ke mana-mana,” kata Fahrian, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurutnya, kebakaran tidak hanya dapat terjadi akibat pembukaan lahan, tetapi juga bisa dipicu kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun lupa mematikan api saat beraktivitas di kebun. “Ini semua harus betul-betul diperhatikan karena akan membahayakan dan efeknya lebih besar. Apalagi lahan yang terbakar di Kabupaten Bengkalis cukup luas,” ujarnya.
Fahrian menyebutkan, hingga saat ini tidak ditemukan hotspot di wilayah Kabupaten Bengkalis. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dengan keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan.
“Kita berharap kondisi ini bisa kita pertahankan. Seluruh pihak harus peduli dengan lingkungan. Kalau ada yang dicurigai atau terjadi kebakaran, segera laporkan ke 110 atau 112, sehingga bisa cepat dipadamkan dan tidak meluas,” katanya.
Kapolres juga mengungkapkan, aparat kepolisian telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara pembakaran hutan dan lahan. “Saat ini sudah ada tiga pelaku pembakaran hutan dan lahan yang sedang menjalani proses hukum dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka terkait pembukaan lahan dan kelalaian,” ucap Fahrian.
Ia memastikan penanganan terhadap pelaku Karhutla akan terus dilakukan. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya meyakini akan ada tersangka lain yang diumumkan. “Kita yakin dalam waktu dekat ini juga ada tersangka lainnya yang akan kita sampaikan,” katanya.
Fahrian menegaskan, pembakaran lahan dengan alasan apa pun tidak dapat dibenarkan, termasuk membakar untuk memasak di kebun, lupa mematikan api, maupun membuka lahan yang dipenuhi semak belukar. “Karhutla ini tidak boleh lagi terjadi, baik disengaja maupun dengan alasan apa pun. Membakar untuk memasak di kebun, lupa mematikan api, ataupun membuka lahan yang sudah semak belukar, semuanya tidak boleh dibenarkan karena sangat membahayakan dan api bisa merembet ke mana-mana,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis, Roni Afriadi, mengatakan proses pendinginan masih dilakukan di kawasan Pematang Pudu meskipun wilayah tersebut telah diguyur hujan.
“Saat ini masih ada sedikit proses pendinginan di daerah Pematang Pudu. Meskipun kemarin sudah diguyur hujan, masih perlu proses pendinginan karena masih ada asap,” kata Roni.
Ia menjelaskan, hujan yang turun di wilayah Mandau belum merata hingga ke Kecamatan Pinggir. Berdasarkan pemantauan menggunakan drone, masih ditemukan dua titik yang membutuhkan proses pendinginan.
“Kemarin malam di daerah Mandau turun hujan, namun di Pinggir tidak hujan. Kita sudah melakukan pemantauan menggunakan drone ke dalam lokasi dan ternyata masih ada dua titik yang perlu pendinginan,” ucapnya.
Untuk mempercepat penanganan, apel bersama juga telah dilaksanakan pada Kamis pagi. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pendinginan. “Pagi tadi juga sudah dilakukan apel bersama yang dipimpin Kabag Ops Polres Bengkalis untuk turun ke lokasi,” ujar Roni.
Roni menargetkan proses pendinginan di lokasi tersebut dapat diselesaikan pada hari ini apabila tidak terdapat kendala lain. “Ditargetkan proses pendinginan ini bisa selesai hari ini kalau tidak ada halangan lainnya,” katanya.
Sementara itu, titik Karhutla lainnya di Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Mandau dilaporkan sudah tidak ditemukan titik api.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....